Kerabat korban saat menunjukan foto almarhum (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

Kerabat korban saat menunjukan foto almarhum (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)



Hana Syahrezi  korban kecelakaan maut antara bus dan truk di Probolinggo, berniat pulang ke Malang setelah berada di kediaman ibunya di Bali sejak lima hari setelah puasa untuk pindah sekolah di salah satu SD di Bali.

Dipindahkannya korban ke Bali tersebut, karena memang ibu korban Dwi Reziana Isnaeni (32) telah lama bekerja dan menikah kedua kalinya dengan warga Bali, sehingga ia diboyong oleh ibunya untuk disekolahkan di sana.

"Karena ibunya sudah kerja di sana lama, dan suami barunya juga di sana maka ibunya ini ngajak Hana untuk dipindahkan sekolah di sana," ujar kerabat korban Sriamini (58), Jumat (14/7/2017).

"Kalau di sini Hana sekolahnya di SDN Jatimulyo 3. Saat dalam perjalanan pulang, korban juga bawa akte dan berkas sekolahnya seperti rapot," imbuhnya.

Di Malang, Hana sehari-hari tinggal bersama kerabatnya, yakni pamannya, dan juga adiknya di Jalan Kumis Kucing 49. Sementara itu, ayah kandungnya sendiri sudah tinggal beda rumah.

"Ayah kandungnya Syamsul Abidin, tinggalnya di daerah Mbethek. Ibunya menikah lagi," ujarnya.

Sementara itu, kembalinya korban ke Malang, karena di sana ia tidak diterima sekolah dan pada tanggal 17 ini korban sudah mulai masuk sekolah.

"Nggak ketrima sekolah di Bali, itu makanya ia balik. Saat itu pake jaket merah sama hitam, dan juga pake celana olahraga SD," pungkasnya.

End of content

No more pages to load