Tes Urine Sopir Angkutan Umum Mulai Digalakkan BNN Kabupaten Malang

Jun 14, 2017 12:59
Seorang sopir angkutan umum setelah selesai melakukan tes urine yang dilakukan tim gabungan dari BNN, Polres Malang, Dishub Kabupaten Malang, dan Satpol PP di Terminal Talangagung, Kepanjen, Rabu (14/06). (Nana)
Seorang sopir angkutan umum setelah selesai melakukan tes urine yang dilakukan tim gabungan dari BNN, Polres Malang, Dishub Kabupaten Malang, dan Satpol PP di Terminal Talangagung, Kepanjen, Rabu (14/06). (Nana)

MALANGTIMES - Tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang bekerja sama dengan Polres Malang, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP terhadap sopir angkutan umum mulai digencarkan.

Hal itu mulai terlihat dari adanya operasi gabungan dari para pemangku kepentingan tersebut yang dilaksanakan di Terminal Talangagung, Kepanjen, Rabu (14/06). Walau sifatnya screening test atau kegiatan untuk memperoleh petunjuk awal dari ada tidaknya tindakan hukum dalam konteks konsumsi narkoba, operasi ini cukup mengejutkan para sopir yang diberhentikan petugas gabungan.

Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf

"Kaget Mas. Biasanya terminal sepi. Tapi ini banyak polisi dan orang berseragam," kata Ahmad, sopir mikrolet, setelah melakukan tes urine.

Tes urine dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB. Ada sekitar 56 sopir angkutan umum yang menjalani tes urine dan langsung dicek oleh petugas BNN. Tes ini bertujuan sebagai upaya antisipasi awak angkutan umum mengonsumsi narkoba saat mengemudi.

"Screening test ini memang dalam rangka mendapatkan petunjuk awal ada tidaknya pengemudi umum yang memakai narkoba," kata AKBP I Made Arjana, kepala BNN Kabupaten Malang, kepada Malang TIMES. Petunjuk awal dari hasil tes urine ini nantinya yang akan dijadikan rencana tindak lanjut oleh para penegak hukum dalam mendalami dan memperluas peta operasi sebelum menginjak Lebaran nanti.

Arjana menyampaikan, operasi tersebut diharapkan mengurangi kecelakaan lalu lintas yang disebabkan pengemudi angkutan umum memakai narkoba. "Banyak kasus pengemudi umum mengalami kecelakaan yang akhirnya menimbulkan korban banyak karena narkoba. Karena itu, kami akan giatkan operasi ini," tandas Arjana.

Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19

Operasi gabungan yang dilakukan di Terminal Talangagung ini ditarget hanya menjaring 50 pengemudi angkutan umum. Tapi, ternyata bisa menjaring sampai 56 pengemudi sebelum ditutup. "Ini artinya sudah mulai terlihat peningkatan arus angkutan umum di wilayah Kepanjen. Karena itu, kami bersama-sama antisipasi kecelakaan yang disebabkan narkoba yang dikonsumsi sopir," ucap Arjana. (*)

Topik
tes urineBNN Kabupaten Malangsopir angkutan umum

Berita Lainnya

Berita

Terbaru