Saat razia bus di arjosari. (Foto: Rully/malangtimes)
Saat razia bus di arjosari. (Foto: Rully/malangtimes)

MALANGTIMES - Tindakan tegas Dinas Perhubungan Kota Malang, menindak bus liar yang tidak memiliki izin trayek, menuai protes dari pihak Manajemen Lorena. Pihaknya menilai, pihak Dishub Kota Malang hanya mencari-cari kesalahan karena jelang lebaran.

Hal itu disampaikan Perwakilan Manajemen Lorena, Hadi Suwarno kepada MALANGTIMES. “Kok bisa langsung ditilang, tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu. Padahal, bus itu sudah satu tahun berjalan. Ya maklum, mau lebaran. Biasa cari-cari kesalahan,” kata Hadi.

Saat dilakukan razia pada Jumat (10/7/2015), pihak Dishub Kota Malang memang langsung menilang bus Lorena. “Beberepa bus yang ditilang memang tidak memiliki izin trayek di Terminal Arjosari. Karena bus tersebut berfungsi untuk mem-backupkebutuhan penumpang di Malang,” kata Hadi.

Dari hasil razia yang dilakukan Dishub Kota Malang di Terminal Arjosari, berhasil dirazia sebanyak Sembilan bus. Dari jumlah tersebut, terdapat satu bus merek Lorena jurusan Surabaya-Bogor, yang tidak mengantongi izin trayek. Bahkan ditemukan tidak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Dari sembilan bus yang berhasil kami tilang, diketahui memang ada satu bus Lorena dengan Nopol B 7186 PV yang tidak memiliki STNK. Buka hanya tidak mengantongo izin trayek tapi memang taka da STNK-nya. Sang sopir hanya membawanotice saja," tegas Pembantu Penyidik Dishub Kota Malang, Selamet Santoso, Sabtu (11/7/2015).

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Handy Priyanto menegaskan, pihaknya telah memerintahkan seluruh anggotanya untuk menindak tegas bus yang melanggar aturan. Bagi yang menyalahi aturan, diminta untuk meninggalkan terminal Arjosari.

“Kami hanya jalani aturan. Kalau tidak lengkap yang harus ditilang. Apapun alasannya, bagi yang tidak memiliki izin trayek, harus segera meninggalkan terminal Arjosari,” tegasnya. (*)