Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Ridwan Hisjam (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Ridwan Hisjam (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Terkuak siapa jago Partai Golkar dalam Pilkada Kota Malang 2018. Jago tersebut tak lain Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang Sofyan Edy Jarwoko.

Munculnya nama Sofyan Edy diungkapkan Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Ridwan Hisjam. Menurut Ridwan, telah ada kesepakatan bersama pengurus Partai Golkar Kota Malang untuk tetap mengusung Sofyan Edy menjadi calon wali kota ataupun wakil wali kota. 

"Ya rapatnya di RH Center ini. Kira-kira sebelum puasa. Kami sepakat untuk tetap mengusung Sofyan Edy. Entah nantinya wali kota atau wakil wali kota Malang. Nanti gimana yang terbaik lah," ucapnya. "Kalau memang berpeluang nomor satu dan itu sangat memungkinkan, kami akan maju. Namun kalau memng hanya berpeluang nomor dua dan itu diyakini akan berhasil, maka kami juga akan maju," imbuh Ridwan.

Terkait koalisi, Ridwan menyampaikan bahwa Golkar menyerahkan semuanya kepada DPD Golkar Kota Malang untuk membangun koalisi. Entah dengan siapa pun, PKB atau yang lain, itu bisa diteruskan asalka sesui dengan visi misi Partai Golkar.

"Tapi saya yakinlah karena Sofyan Edy ini pernah maju sebagai calon wakil wali kota bersama Bu Peni (Heri Pudji Utami, istri mantan Wali Kota Malang Peni Suparto) dan suaranya cukup banyak, sehingga kalau disurvei, dia (Sofyan Edy) pasti ada di dalamnya. Cuma, apakah dia di urutan pertama atau urutan kedua, kita lihat perkembangan," tandas Ridwan usai musyawarah daerah Satuan Karya (Satkar) Ulama Indonesia (1/6/2017).

, Sementara, Sofyan Edy masih akan memantapkan kembali rencana terkait pilkada pada rapat kerja daerah (rakerda) Golkar. "Jadi kami memantau perkembangan di lapangan yang nanti akan menjdi input pada rakerda terkait pilkada. Tapi sat ini suasannya masih cair. Namun tinggal bagaimana kami menangkap dan menyusun program-program yang akan dibahas di rakerda," ungkapnya.

Sofyan Edy sendiri tidak mau berandai-andai apakah memang partai menginginkan dirinya untuk maju dalam pilkada. "Nanti sabar dulu, ada waktunya," ujar dia.

Namun saat ini, Golkar masih fokus untuk menyelesaikan konsolidasi karena telah mengalami keterlambatan yang disebabkan hilangnya waktu hampir dua tahun akibat konflik internal di Jakarta.

"Putusan apa pun akan diambil di rakerda karena saat itu hadir pengurus provinsi sampai struktur kepungurusan kecamatan dan kelurahan. Sampai saat ini kami juga belum melakukan survei. Namun saya telah minta untuk menangkap aspirasi sinyal-sinyal terkait pilkada dari masyarakat, sebagai masukan dalam mengambil keputusan dalam rakerda," katanya.

Terkait komunikasi politik, pihaknya juga telah banyak melakukan penjajakan dengan beberapa partai. Misalnya PKB. (*)