Ketika Jaringan Alfamart Injak-Injak Perda Kota Malang (4)

Pihak Alfamart Berdalih Perizinan Diserahkan kepada Pihak Ketiga

May 30, 2017 15:51
Regional Corporate Communication Manager Alfamart Moch. Faruq Ansori
Regional Corporate Communication Manager Alfamart Moch. Faruq Ansori

MALANGTIMES – Alfamart dianggap menginjak-injak Perda Kota Malang Perda 8/2010 tentang Penyelenggaraan Usaha Perindustrian dan Perdagangan. Demi keuntungan bisnisnya, seolah mereka tak peduli dengan aturan yang berlaku.

Bahkan jaringan Alfamart ini sepertinya juga menutup mata bahwa keberadaan mereka yang menjamur telah membuat banyak pedagang kecil menutup usahanya.

Baca Juga : Krisis Air Berkepanjangan, Potret Layanan Paling Buruk Sejak PDAM Ganti Nahkoda

Pada Perda 8/2010 pasal 23 ayat 2 tegas berbunyi terhadap pendirian toko modern yang dilakukan oleh pengelola jaringan minimarket hanya dapat dilakukan pada jarak 500 meter antarminimarket, toko dan pasar tradisional atau usaha perdagangan mikro.

Bahkan, menurut Ketua DPRD Kota Malang Arief Wicaksono, isi perda tersebut sudah tidak bisa ditafsirkan lagi. Karena memang tegas isinya. Bahwa jarak antarminimarket minimal harus 500 meter. Demikian pula jarak antara minimarket dengan toko maupun pasar tradisional, minimal jaraknya 500 meter.

Namun, berdasarkan fakta yang ada, saat ini bermunculan Alfamart baru di Kota Malang. Gerai Alfamart yang baru ini jaraknya tidak memenuhi kriteria seperti yang tertuang dalam perda.

Semisal Alfamart di Jalan Dewandaru yang lokasinya berdempetan dengan Indomaret yang ada di Jalan Bunga Cengkeh. Demikian pula dengan Alfamart yang ada di Jalan Batanghari yang jaraknya hanya sekitar 100 meter dari Indomaret.

Mengenai banyaknya Alfamart yang pendiriannya tak sesuai perda, pihak Alfamart sepertinya tak mau disalahkan. Bahkan Regional Corporate Communication Manager Alfamart Moch. Faruq Ansori mengaku tidak tahu-menahu mengenai pendirian Alfamart di Batanghari.

Sedangkan mengenai pendirian Alfamart di Jalan Dewandaru yang berdempetan dengan Indomaret, Faruq malah meminta wartawan MalangTIMES untuk menanyakan persoalannya kepada badan yang mengurusi perizinan di Pemkot Malang.

"Kapan iku, aku dewe gak ngerti. Tak takokne arek-arek mau, ternyata satu dua bulan iki ngak onok  lo toko nang Batanghari(kapan itu, saya sendiri tidak mengerti. Saya tanyakan teman-teman, dalam satu atau dua bulan ini tak ada toko baru di Batanghari),"ucap mantan wartawan tersebut.

Ketika ditanya mengenai proses perizinanan Alfamart yang ada di Jalan Dewandaru dan Batanghari, Faruq menyatakan, bahwa yang melalukan pengurusan terkait proses perizinan bangungan maupun izin usaha selama ini merupakan pihak ketiga.

Baca Juga : Respons Sikap HMI tentang Maraknya Tempat Hiburan Malam, Dandim 0833 : Kami Dukung Kebijakan Pemerintah

"Kalau teknisnya saya tak paham. Dalam proses pengurusan izin selama ini kami memakai jasa pihak ketiga. Kami pakai outsourcing untuk mengurus perizinan," aku Faruq.

Pengurusan izin yang diurus pihak outsourcing mulai dari izin mendirikan bangunan (IMB), izin HO (gangguan), dan segala macam perizinan lainnya yang diperlukan untuk membuka toko Alfamart baru. ”Jadi untuk hal ini (masalah perizinan) merekalah (pihak ketiga) yang paling mengerti,” sambungnya.

"Setelah izinnya jadi baru mereka (pihak ketiga) dibayar. Apakah mereka dijelaskan perdanya dahulu atau diberi tahu seperti apa, kalau itu kami enggak tahu," sambungnya melalui telepon.

Ketika MalangTIMES meminta nomor telepon pihak ketiga yang mengurus proses perizinan Alfamart, Faruq mengatakan dirinya tidak mempunyai nomor telepon pihak ketiga. Sebab yang mengurus izin berbeda departemen dengan dirinya.

"Saya ini humasnya. Sedangkan yang mengurus izin itu ada sendiri, yang cari lokasi juga ada sendiri. Jadi saya ngertinya hanya secara umum,” dalihnya.

Ketika MalangTIMES bertanya ke salah satu karyawan Alfamart di Batanghari, karyawan tersebut mengatakan bahwa toko yang dijaganya memang baru. "Iya baru memang toko ini. Baru sekitar lima bulanan berdiri, saya kurang mengerti kalau izin-izinnya. Sebab saya langsung saja ditempatkan di sini (Alfamart Batanghari)," ujar salah satu karyawan Alfamart yang enggan menyebutkan namanya karena takut ada persoalan di lain hari. (*)

Topik
Alfamart Langgar Perdaperda kota malangjaringan toko modernPemkot MalangAlfamartIndomaretMoch Faruq Ansori

Berita Lainnya

Berita

Terbaru