Ketika Jaringan Alfamart Injak-Injak Perda Kota Malang (3)

Ketua DPRD Kota Malang: Tutup Segera Alfamart Bodong!

May 30, 2017 15:19
Keterangan : Alfamart di Jalan Bunga Cengkeh jika dilihat dari sisi selatan (Foto : Imam Syafi'i/MalangTIMES)
Keterangan : Alfamart di Jalan Bunga Cengkeh jika dilihat dari sisi selatan (Foto : Imam Syafi'i/MalangTIMES)

MALANGTIMES – Banyaknya jaringan Alfamart yang melanggar Perda 8/2010 tentang Penyelenggaraan Usaha Perindustrian dan Perdagangan, membuat DPRD Kota Malang murka. Anggota parlemen ini berharap agar eksekutif mampu menegakkan perda. Sebab, tujuan perda tersebut dibuat untuk melindungi semua lapisan masyarakat.

Dalam Perda 8/2010 pasal 23 ayat 2 tegas berbunyi terhadap pendirian toko modern yang dilakukan oleh pengelola jaringan minimarket hanya dapat dilakukan pada jarak 500 meter antarminimarket, toko dan pasar tradisional atau usaha perdagangan mikro.

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Namun, fakta menyatakan bahwa banyak minimarket yang berdiri saling berdekatan. Juga banyak minimarket yang letaknya dekat sekali dengan pasar tradisional ataupun toko milik masyarakat setempat. Akibat minimarket yang terlalu banyak menjamur di Kota Malang, kini sudah ribuan usaha toko milik masyarakat kolaps.

Sayangnya, kata Ketua DPRD Kota Malang Arief Wicaksono, pemkot tak tegas menerapkan perda. Dampak dari ketidaktegasan pemkot adalah banyaknya toko-toko milik masyarakat yang mati. Padahal, selama ini toko tersebut menjadi sumber penghidupan utama bagi keluarga mereka.

 

Ketua DPRD Kota Malang, Arief Wicaksono

 

Menurut Arief, pemkot harus berani mengambil langkah berani untuk melindungi kepentingan masyarakat, terutama kepentingan wong cilik, seperti jargon Wali Kota Malang Moch. Anton. Langkah berani yang perlu diambil, tandas Arief, adalah tutup semua toko modern yang melanggar perda.

”Kami akan mendukung langkah Pemkot Malang yang mengatasnamakan kepentingan masyarakat dan demi tegaknya aturan,” jelas Arief yang juga ketua DPC PDIP Kota Malang tersebut.

Dia memisalkan, Alfamart yang baru berdiri bersebelahan persis dengan Indomaret di Jalan Bunga Cengkeh atau Alfamart yang baru beroperasi di Jalan Batanghari yang jaraknya sekitar 100 meter dengan Indomaret, jelas sudah melanggar perda. ”Tutup saja. Saya yakin itu Alfamart bodong, tak punya izin,” tandasnya.

Arief juga mengindikasikan, banyak Alfamart atau minimarket lainnya yang bodong. Seharusnya, pemkot melakukan inventarisasi. Jika tak ada izin, tutup sementara atau permanen minimarket yang tak mempunyai izin atau menyalahi aturan.

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

Dia menerangkan, jika dinas yang terkait selama ini mengacu pada aturan toko moderen dan jeli dalam menyaring perizinan toko moderen, mestinya izin Alfamart yang melanggar perda  tidak bisa keluar.

Arief sendiri heran melihat pendirian toko modern yang begitu cepat di Kota Malang. Karenanya, dia akan mengusulkan untuk melakukan hearing dengan dinas terkait dan juga Alfamart. Sebab, berdirinya minimarket yang begitu cepat telah membawa dampak kepada matinya ribuan usaha toko.

"Ya seperti di Jalan Sulfat itu kan berderet minimarket. Itu disana saya juga belum dapat laporan apakah ada IMB (izin mendirikan bangunan) dan yang lainnya. Begitu cepat bangunnya, moro-moro (tiba-tiba) berdiri, bangunnya seperti dikejar waktu," ucap dia.

Dulu, Pemkot Malang beralasan bahwa toko-toko modern yang banyak tersebut didirikan sebelum perda ada atau sebelum 2010. ”Faktanya, banyak sekali Alfamart yang berdiri setelah 2010 dan melanggar hukum, tapi tetap juga pemkot diam saja. Ada apa dengan pemkot ini,” tanyanya.

Asalkan tidak ada permainan atau kongkalikong, sebenarnya dalam menjalankan roda pemerintahan mudah saja. Siapa saja yang melanggar aturan, ditindak saja. ”Lha kalau melanggar ya nyuruh saja Satpol PP untuk menutup Alfamart, Satpol PP kan penegak perdanya," pintanya. (*)

Topik
Alfamart Langgar Perdaperda kota malangjaringan toko modernPemkot MalangAlfamartIndomaretKetua DPRD Kota MalangArief Wicaksono

Berita Lainnya

Berita

Terbaru