Ilustrasi modus penipuan umroh (Istimewa)
Ilustrasi modus penipuan umroh (Istimewa)

MALANGTIMES - Umroh kini sudah menjadi sesuatu yang bisa dilakukan oleh setiap masyarakat dari berbagai kalangan. Hal ini terlihat dengan meningkatnya hasrat masyarakat dalam mendaftarkan diri untuk berangkat umroh.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Hasrat atau keinginan umroh ini semakin meningkat saat memasuki bulan Ramadan. Kementerian Agama Kabupaten Malang mencatat di bulan Mei, telah ada sekitar 400 orang yang siap untuk umroh dari Kabupaten Malang.

"Kenaikannya cukup signifikan setiap bulannya. Sebelum Ramadan, warga  yang mendaftar rata-rata 200 orang. Naik 100 persen menjadi 400 calon jamaah umroh, "kata Rasyidi, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Kabupaten Malang, Senin (29/05).

Peningkatan calon jamaah umroh di bulan Ramadan atau bulan lainnya yang tidak lepas dari hitungan ratusan orang setiap bulannya, satu sisi dimanfaatkan oleh berbagai oknum berkedok biro travel haji dan umroh yang juga marak keberadaannya.

Mereka berlomba-lomba menggaet calon jamaah umroh yang secara ekonomi sangatlah potensial dalam kerangka transaksi ekonomi.

Berbagai penawaran, berbagai iming-iming dan bonus, telah menjadi bagian dari para biro travel haji dan umroh.

Antara keinginan besar untuk umroh dari kalangan masyarakat dalam jumlah banyak dan tumbuhnya biro travel haji atau umroh, membuat tercipta ceruk bisnis yang terkadang terjebak dalam tindakan penipuan.

Imron, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Malang, menyampaikan dengan kondisi terciptanya ceruk pasar demikian besar dan luas membuat  para oknum biro travel terkadang dan sengaja menjebak masyarakat dalam penipuan-penipuan.

Baca Juga : Hingga Pertengahan April, 4 Kali Tanah Longsor Terjadi di Kota Batu

"Media sudah banyak yang memberitakan. Semoga di sini tidak terjadi. Kita selalu menghimbau agar jemaah hati-hati saat mencari biro,"ujar Imron kepada MALANGTIMES.

Beberapa ciri yang patut untuk dicurigai dari travel haji dan umroh yang besar kemungkinan adalah penipu yaitu menawarkan harga murah dalam perjalanan umroh. Sering kita terpancing dengan modus seperti ini. Misalnya biaya umroh hanya Rp 10.000.000 dan masih diberi iming-iming bonus lagi.

"Kalau melihat hal tersebut, jangan tergiur dan terjebak hanya gara-gara murah,"kata Imron yang mengatakan bahwa normalnya tarif perjalanan umroh berkisar antara Rp 22,5 juta - Rp 25 juta.

"Jadi kalau ada yang menawarkan di bawah Rp.10 juta jangan percaya, itu sesuatu yang mustahil," ulang Imron.

Sebab dengan harga murah tersebut, untuk biaya pesawat saja tidak relevan. "Itu semua belum termasuk biaya hotel dan transportasi saat di sana," imbuhnya .

Selain itu, masyarakat diharapkan mencari biro atau agen travel yang terdaftar di Kemenag. Jika pun ada agen yang membuka cabang, harus dilihat legalitas biro perjalan tersebut.