Karyono Chef Indonesian Food Getz Hotel(ist)
Karyono Chef Indonesian Food Getz Hotel(ist)

MALANGTIMES - Masyarakat Indonesia tentunya sudah tidak asing lagi alias akrab dengan salah satu kuliner khas Ramadan, yaitu kolak. Sejak dulu sampai sekarang, kolak mungkin menjadi takjil yang paling sering hadir mengisi meja makan saat berbuka puasa.Umat Islam di Indonesia pun terasa kurang afdol jika belum menyantap kolak ketika berbuka puasa.

Baca Juga : Dosen UM yang Sempat Positif Covid-19, Sudah Diperbolehkan Meninggalkan Rumah Sakit

Namun, sebenarnya apa yang membuat masyarakat Indonesia sangat menggemari kolak? Chef masakan Indonesia Getz Hotel Karyono mengungkapkan, mulai zaman dulu memang kolak sudah identik dengan berbuka puasa. Dari sisi rasa, kolak disukai karena memang rasanya yang manis dan gurih karena berasal dari gula dan santan kelapa.

Rasa manis itulah yang disukai. Soalnya, kandungan gula dalam kolak itu cepat mengembalikan energi seseorang setelah seharian berpuasa. "Maka dari itulah, kolak selalu menjadi favorit dalam pembuka, yang memang digemari sejak dahulu, khususnya di Indonesia,"ungkapnya (28/5/2017).

Seiring perkembangan zaman, memang muncul variasi menu kolak dengan berbagai isi. Misalnya nangka dan kolang-kaling. "Namun kalau untuk komposisi saat bulan Ramadan dan hari biasa tidak terlalu jauh berbeda. Komposisi bahan masih sama," kata Karyono.

Baca Juga : Gegara Ahok Diskon BBM untuk Ojol, Said Didu dan Arsul Soni Malah 'Perang' di Twitter

Ia menambahkan, di kota-kota lain pun, bahan kolak tidak terlalu berbeda jauh. Di Malang, Blitar, Kediri, komposisinya tetap tidak jauh berbeda, tetap menggunakan pisang, singkong, nangka, dan bahan lainnya.

"Namun setiap daerah ya terkadang kan ada yang memakai kombinasi isi lain. Ada ubi jalar atau ubi merah. Namun untuk pengharumnya rata-rata tetap pakai daun pandan," papar Karyono. (*)