Aktivis Cantik ini Ternyata Seorang Barista

May 27, 2017 20:39
Dinna Dwi Rahayu, barista berhijab yang sedang melakukan brewing kopi di Kopi Tuang coffee shop. (Foto: Dinna D.R for MalangTIMES)
Dinna Dwi Rahayu, barista berhijab yang sedang melakukan brewing kopi di Kopi Tuang coffee shop. (Foto: Dinna D.R for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kopi sudah bukan lagi konsumsi kaum adam saja. Saat ini tidak sedikit kaum hawa yang jatuh cinta dengan minuman berwarna hitam pekat ini.

Baca Juga : Tundukkan Rasa Takut untuk Kemanusiaan, Ini Kisah Bripka Jerry yang Banjir Apresiasi

Salah satunya adalah Dinna Dwi Rahayu. Kegemarannya akan kopi dimulainya sejak duduk di bangku kuliah.

Seringnya mengikuti diskusi bersama teman-teman aktivisnya yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Brawijaya, gadis yang akrab disapa Dinna ini kerap nongkrong dari tempat ngopi satu ke tempat ngopi yang lain. Cintanya pada kopi membuatnya tidak bisa lepas dari minuman berkafein ini barang sehari.

Kesehariannya nongkrong di tempat kopi dimanfaatkannya untuk menggali segala hal tentang kopi kepada pakarnya.

"Dari warung kopi aku jadi kenal sama petani kopi, pengusaha kopi, owner coffee shop, roaster, sampe barista,"ujar Dinna.

Baginya, menjadi penikmat kopi saja tidak cukup. Sebagai penikmat sudah seharusnya juga tahu bagaimana proses kopi diolah hingga menjadi minuman yang dicari banyak orang ini.

"Kalau udah tau gimana proses bikinnya, kita bisa menikmati kopi pake hati,"imbuh mahasiswa Ilmu Pemerintahan UB angkatan 2013 ini.

Baca Juga : Glenn Fredly Meninggal Dunia Tepat setelah 40 Hari Kelahiran Anak Pertamanya

Teori tentang kopi dikantonginya dari seorang roaster yang expert terhadap dunia kopi di warung pasta tempatnya bekerja dulu.

Sampai akhirnya, si aktivis kampus inj nekat melamar kerja di sebuah coffee shop di kawasan Kalpataru Malang.

"Awalnya belajar soal latte art, mulai dari bikin foamnya. Kalau udah gagal bikin foam selanjutnya g akan berhasil. Tapi barista kan nggak melulu soal latte art, bikin espresso yang enak itu juga tugas yang susah loh,"tukas barista berhijab ini.

Meski masih melakukan pendalaman soal latte art, Dinna mengaku exited dengan pembuatan kopi dengan teknik manual brew. Ditanya kenapa, Dinna mengaku ingin bisa membuat kopi yang enak.

"Pingin bisa bikin kopi yang enak. Tapi semua kopi itu pasti pahit. Makanya aku pingin bisa bikin kopi yang bisa meminimalisir pahit itu,"tandasnya.

Topik
Dinna Dwi Rahayuaktivis cantikbarista

Berita Lainnya

Berita

Terbaru