Imam Syafii (kiri), pedagang sembako di Pasar Besar Kepanjen, saat menerangkan beberapa kenaikan harga sembako, Minggu (07/05). (Nana)
Imam Syafii (kiri), pedagang sembako di Pasar Besar Kepanjen, saat menerangkan beberapa kenaikan harga sembako, Minggu (07/05). (Nana)

MALANGTIMES - Harga beberapa barang yang termasuk sembilan bahan pokok (sembako) menjelang Ramadan mulai merangkak naik. Kondisi kenaikan harga sembako ini terpantau di Pasar Besar Kepanjen, Minggu (07/05).

Dalam pantauan MALANGTIMES, beberapa bahan pokok yang mulai merangkak harganya adalah bawang putih,  cabai rawit dan kering, telur dan gula pasir. Rata-rata kenaikan harga bahan pokok tersebut sekitar 10 persen.

Baca Juga : Peduli Covid-19, Hawai Grup Sumbang Ratusan APD ke Pemkot Malang

Harga bawang putih yang sebelumnya dijual per kilogram Rp 42.000 kini menjadi Rp 46.000 atau naik sebesar Rp 4.000/kg. Cabai rawit dari harga Rp 55.000/kg menjadi Rp 60.000. Vabai kering naik per kilogramnya Rp 2.000, dari harga Rp 23.000 menjadi Rp 25.000. Sedangkan telur juga merangkak naik walaupun tidak besar, yaitu dari Rp 17.000 menjadi Rp 18.000. Kenaikan harga juga berimbas kepada gula pasir, yaitu dari harga Rp 12.000/kg menjadi Rp 12.500.

Kenaikan bahan-bahan pokok yang terjadi di Pasar Besar Kepanjen, menurut Imam Syafii, salah satu pedagang sembako, dikarenakan fenomena tahunan menjelang datangnya Ramadan. Selain itu, karena pasokan dari komoditas tersebut di pasaran mulai berkurang. "Akibatnya harganya merangkak naik," ujar Imam, Minggu (07/05) kepada MALANGTIMES.

Imam juga mengatakan, semakin mendekati Ramadan dan menuju Idul Fitri, berbagai komoditas biasanya akan terus mengalami kenaikan harga. "Bisanya begitu. Ini saja masih beberapa minggu mendekati puasa sudah pada naik," ucap pedagang sembako beromzet rata-rata Rp 3 juta ini.

Senada dengan Imam, Munawaroh (46), pedagang sembako di Pasar Besar Kepanjen yang membeli barang dagangannya dari tengkulak dan petani, mengaku memang sudah mulai terjadi kenaikan harga. Namun, tidak banyak kenaikannya. "Tetapi kok saya yakin minggu depan atau mendekati puasa, akan semakin naik harganya," kata perempuan asal Madura tersebut.

Kenaikan harga sembako di Pasar Besar Kepanjen biasanya berimbas pada harga di berbagai pasar daerah lainnya. "Biasanya begitu. Kalau di sini sudah naik, di pasar lainnya juga ikut," ucap Imam.

Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf

Di sisi lain, di tengah merangkaknya beberapa harga komoditas tersebut, harga sayuran seperti wortel, manisa, sawi, kentang, tomat malah terjadi penurunan. Penurunan harga jual sayuran tersebut berkisar antara Rp 2.000 sampai Rp 1.000/kg. Misalnya tomat dari harga Rp 8.000 turun menjadi Rp 6.000.

Penurunan harga sayuran ini, menurut Imam, juga karena stok barang cukup berlimpah di pasaran. Jenis sayuran ini cukup berlimpah baik dari Malang Raya maupun dari luar daerah ke pasaran. (*)