Minim Kemitraan, Menteri Perindustrian Dorong Perusahaan Susu Gandeng Peternak Sapi Perah

May 04, 2017 17:28
Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartanto (tiga dari kiri) saat meresmikan pembukaan pabrik ke dua perusahaan susu Greenfields yang telah bermitra dengan peternak sapi lokal di wilayah Kabupaten Malang, Kamis (04/05) (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartanto (tiga dari kiri) saat meresmikan pembukaan pabrik ke dua perusahaan susu Greenfields yang telah bermitra dengan peternak sapi lokal di wilayah Kabupaten Malang, Kamis (04/05) (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ironis, jumlah perusahaan industri pengolahan susu yang beroperasi di Indonesia secara off- farm hingga saat ini telah mencapai 58 perusahaan, tetapi hanya 8 perusahaan saja yang  bermitra dengan peternak.

Baca Juga : Musim Melaut, Para Nelayan yang Berlabuh di Kabupaten Malang Bakal Disemprot Antiseptik

Melihat kenyataan itu, maka Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto meminta perusahaan susu bisa lebih aktif berinteraksi dan bermitra dengan peternak sapi perah yang ada di wilayah operasinya.

Kecilnya kuantitas perusahaan yang bermitra tersebut, membuat kebutuhan bahan baku susu segar dalam negeri sekitar 3,7 juta ton, hanya bisa dipasok sebesar 852 ribu ton atau 23 persen saja di tahun 2016.

"Akhirnya, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku susu segar kita impor sebanyak 2,8 juta ton atau 77 persen dari luar negeri," kata Airlangga, Kamis (04/05) di acara pembukaan pabrik kedua PT. Greenfield Indonesia yang berada di Desa Palaan, Kecamatan Ngajum.

Ceruk pasar yang sangat besar inilah yang juga mendorong Menteri Perindustrian terus mendorong perusahaan pengolahan susu yang ada agar bisa lebih aktif bermitra dengan peternak sapi perah.

Peluang lebar dalam industri susu segar ini tidak bisa terus menerus mengandalkan impor dan menjadikan negara-negara luar seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat dan Uni Eropa menguasai pasar susu Indonesia.

"Ada peluang sekaligus tantangan dengan kondisi ini. Tantangan bagi pemerintah dan perusahaan adalah bagaimana bisa memberdayakan peternak sapi," ujar Airlangga.

Baca Juga : Draft Sudah Final, Besok Pemkot Malang Ajukan PSBB

Menurutnya harga susu segar masih dihargai rendah sehingga muncul fenomena banyak peternak mengalihkan sapi perah menjadi sapi potong.

Pola kemitraan perusahaan dan peternak sapi perah mengalami penurunan sekitar 50 persen, yaitu dari populasi sapi laktasi sebanyak 533 ribu ekor menjadi sekitar 267 ribu ekor. Hal ini dikarenakan harga susu rendah sehingga menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah.

Kondisi tersebut yang akhirnya membuat Kementerian Perindustrian mencanangkan pengembangan industri pengolahan nasional melalui program kemitraan antara industri pengolahan susu dengan peternak.

"Lewat program ini, kita berharap masalah peternak bisa teratasi dan perusahaan bisa berproduksi serta menghasilkan kualitas dan kuantitas susu sapi segar dalam memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri," papar Airlangga yang juga mencontohkan pola kemitraan bisa dilakukan secara terintegrasi mulai dari pembibitan, budidaya, sampai pada pemerahan susu sapi perah.

Lewat program tersebut juga Kementerian Perindustrian memberikan target adanya peningkatan suplai bahan baku susu segar dari peternak kepada perusahaan dari 23 persen tahun 2016 menjadi 41 persen di tahun 2021.

Topik
Menteri Perindustrianairlangga hartantoPeternak Sapi Perah
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru