Hasan Abadi (kanan) di ruang kerjanya saat menerima tamu Ketua Pengurus Cabang NU Thailand, Selasa (02/05) (Nana)
Hasan Abadi (kanan) di ruang kerjanya saat menerima tamu Ketua Pengurus Cabang NU Thailand, Selasa (02/05) (Nana)

MALANGTIMES - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan tema pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas di Kabupaten Malang mendapat perhatian khusus dari dunia pendidikan.

Hasan Abadi, Rektor Unira Kepanjen menyikapi persoalan yang masih terjadi dalam praktek pendidikan di Kabupaten Malang yang menyangkut Sumber Daya Manusia (SDM) pendidik dan infrastruktur yang tersentralistik di wilayah perkotaan.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari adanya pemerataan pendidik.

"Tanpa adanya pemerataan tersebut, maka kualitas pendidikan hanya tumbuh di wilayah tertentu yaitu perkotaan,"kata Hasan Abadi, Selasa (02/05) diruang kerjanya kepada MALANGTIMES.

Distribusi SDM Pendidik ke daerah-daerah pinggiran dan desa-desa paling pojok, semisal di wilayah Malang Selatan, menjadi lebih penting dilakukan dibanding mengejar kualitas yang tumbuh diperkotaan saja.

"Konsentrasi guru berkualitas jangan hanya di Kepanjen, Singosari, Lawang saja. Tetapi mulai bisa di kloning ke desa-desa pinggiran," ujar Ketua GP Ansor Kabupaten Malang ini.

Dia menambahkan bahwa Pemkab Malang melalui Dinas Pendidikan memiliki kewenangan dalam melakukan pemetaan dan distribusi para pendidik berkualitas ini. 

"Karena pendidikan kewajiban negara, dan negara di Kabupaten Malang ya Pemkab itu. Jadi proses tersebut seharusnya bisa ditangani," imbuh Hasan.

Sampai saat ini, penumpukan pendidik berkualitas yang berada diperkotaan yang notabene masyarakatnya sudah sejahtera dalam memenuhi kebutuhan primer, sekunder dan tertiernya, hanya menciptakan sentralistik dunia pendidikan yang berkualitas saja tanpa menyelesaikan permasalahan pendidikan di wilayah lainnya.

Hal ini juga dipengaruhi oleh adanya adagium dari para pendidik yang berjuluk "Pahlawan tanpa tanda jasa" ini, kalau bertugas di pelosok atau desa-desa pinggiran merupakan hukuman.

"Paradigma ini yang perlu dirubah. Program Indonesia Mengajar Anies Baswedan adalah contoh baik dalam proses pemerataan pendidik berkualitas,"tutur Hasan. 

Dalam mencapai pemerataan pendidik berkualitas, Hasan menyampaikan perlu adanya dukungan fasilitas bagi pendidik yang membuat mereka tidak merasa "dibuang atau dihukum". 

"Negara atau Pemkab harus juga mempersiapkan fasilitas tersebut, sehingga adagium tersebut hilang. Yang ada pengabdian yang ditunjang dengan fasilitas tambahan,"kata Hasan yang menegaskan pemerataan jangan hanya di lihat dari sudut pandang dana semata.

Masyarakat melalui Perguruan Tinggi (PT) bisa diajak dalam proses pemerataan pendidik berkualitas, baik mengenai SDM maupun pendanaannya.

"Saya pikir saat pemerintah bisa bersama-sama duduk dengan pihak PT di Malang Raya ini, akan tercapai pemerataan sekaligus kualitas dunia pendidikan," pungkas Hasan Abadi.