Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga meresmikan Malang City Expo dengan memukul gong di area Stadion Gajayana Malang (Foto: Imam Syafii/ MalangTIMES)

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga meresmikan Malang City Expo dengan memukul gong di area Stadion Gajayana Malang (Foto: Imam Syafii/ MalangTIMES)



MALANGTIMES - Wali Kota Malang, H. M. Anton bersama Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Republik Indonesia, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga secara resmi melaunching perhelatan Malang City Expo (MCE) 2017 di area luar Stadion Gajayana Malang, Kamis (27/04/170.

Perhelatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk UMKM. Acara yang digelar hingga 30/04/17 ini, sedikitnya menampilkan170 stand mulai dari produk Usaha Kecil Menengah (UKM), Industri Kecil Menengah (IKM), pelaku ekonomi kreatif, koperasi serta komunitas masyarakat, dan wirausahawan.

Sebelum MCE diresmikan acara dibuka dengan penampilan fashion show, tari topeng Malangan, dan simbolisasi pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada pelajar Kota Malang.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan Malang City Expo ini merupakan salah satu wadah untuk memperkenalkan UKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Malang kepada masyarakat hingga di kalangan yang berskala luas.

"Saya sangat mengapresiasi acara yang seperti ini, setiap ada event expo di setiap daerah saya pasti hadir. Apalagi manfaatnya untuk meningkatkan usaha produk yang berkualitas," kata Puspayogo, Kamis (27/4/2017).

Dia menerangkan bahwa pemerintah kian menggencarkan beberapa program dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian rakyat.

"Kami masih akan menggodok program Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Program pemerintah ini memberikan fasilitas kepada pelaku usaha dalam mendorong IKM nasional agar terus berkembang," terangnya.

Lanjut dia program ini masih dalam kajian dalam memasarkan produk ekspor tanpa dipungut biaya. "Nanti kita akan kerjasama antar kementerian dalam membangun ekonomi rakyat. Kita kejar pertumbuhan yang dapat memberikan kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, H. M. Anton menerangkan event ini merupakan regulasi pemerintah untuk mengembangkan potensi produk dari pengusaha UMKM di Kota Malang.

"Produk UKM kita sudah diakui dunia, karena kita andil dalam pameran produk UKM di berbagai negara. Ini membuktikan produk UKM Kota Malang berkualitas dari segi seni, tampilan dan rasa," kata Abah Anton, sapaan akrab wali kota.

Lanjut dia, produk yang mendapat dukungan lebih dari pemerintah yakni dalam bidang industri perdagangan. "Tercatat pertumbuhan ekonomi Kota Malang menyentuh angka 5,61 persen, di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jatim yaitu 5,5 persen. Pertumbuhan di Kota Malang paling tinggi ditunjang sektor industri dan perdagangan," ujarnya.

Pemerintah Kota Malang kian berkontribusi dalam memasarkan produk UMKM mulai dari perijinan investasi dan pencapaian iklim dalam kebijakan ekspor daerah.

End of content

No more pages to load