Tokoh-tokoh yang berpolemik di PTD (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Tokoh-tokoh yang berpolemik di PTD (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES- Manajemen PT.CGA selaku investor dari Pasar Terpadu Dinoyo (PTD) mengatakan akan segera menyelesaikan kekurangan dari hasil penilaian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang terkait Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dalam waktu dua minggu, mulai hari ini.

"Kami akan segera menyelesaikan kekurangan penilaian terkait SLF, maksimal dua minggulah sejak sekarang," tandas Jufrinaz Manager Operasional PT. CGA ketika mengikuti forum diskusi di Mapolresta Malang, Kamis (27/4/2017).

Baca Juga : Peduli Covid-19, Hawai Grup Sumbang Ratusan APD ke Pemkot Malang

Ia mengungkapkan, beberapa kekurangan, seperti Sertifikat Laik Operasi (SLO) dari PLN juga sudah kami penuhi, terkait tabung pemadam kebakaran, juga akan segera kami penuhi. Selain itu, kami juga akan merapikan kabel-kab kelistrikan dengan pembungkus sehingga lebih rapi.

Sementara itu, Kepala DPUPR Kota Malang Hadi Santoso mengatakan, merespon janji investor untuk menyelesaikan kekurangan hasil penilaian tim SLF dengan waktu dua minggu.

"Kalau memang mereka sanggup, kami juga akan melakukan pengecekan setiap hari, saya akan tempatkan staf saya di sana untuk mengecek penyelesaian," ujarnya, Kamis (27/4/2017).

Sementara itu, jika SLF dari pasar sudah terealisasi, para pedagang dari kubu Sabil (Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Merjosari, red.) tetap menolak untuk pindah dan akan terus bertahan di Pasar Merjosari. 

"Ya kami tetap menolak, kami ingin Pasar Merjosari ini ditetapkan jadi Pasar Tradisional permanen," ucap Sabil.

Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf

Di sisi lain, forum diskusi ini sebelumnya memang sudah direncanakan pada pertemuan sebelumnya, dan sepakat membahas terkait permasalahan harga kios dan SLF. Namun kembali lagi malah membahas permasalahan lama dan tidak membahas permasalahan harga. 

"Namun hasil rapat ini juga akan tetap kami laporkan ke wali kota, untuk mengambil bagaimana keputusan selanjutnya, memang ini tidak sesuai kesepakatan kemarin, namun akan tetap kita laporkan," pungkas Dandim 0833 Letkol Inf Aprianko Suseno.