Iriantoro, Kepala BPBD Kab. Malang menyampaikan dalam merayakan Hari Kesiapsiagaan Nasional di Kab. Malang dirayakan dengan pemantauan longsor Kesambon dan acara penguatan kesiapsiagaan bencana, Rabu (26/04) (Nana/MalangTIMES)

Iriantoro, Kepala BPBD Kab. Malang menyampaikan dalam merayakan Hari Kesiapsiagaan Nasional di Kab. Malang dirayakan dengan pemantauan longsor Kesambon dan acara penguatan kesiapsiagaan bencana, Rabu (26/04) (Nana/MalangTIMES)


Pewarta

Nana

Editor


MALANGTIMES - Hari Kesiapsiagaan Nasional yang jatuh tanggal 26 April, menjadi hari pertama bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang dalam merayakannya. 

Laiknya, memperingati suatu hari besar nasional selalu diisi dengan berbagai macam acara untuk mengukuhkan keberadaan organisasi, institusi maupun peristiwa yang dirayakan. 

Tetapi berbeda dengan Hari Kesiapsiagaan Nasional sebagai hari lahirnya BNPB, perayaannya di Kabupaten Malang disambut dengan adanya bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Kasembon, Selasa (25/4/2017) malam yang menyebabkan akses jalur transportasi Malang-Kediri terganggu.

Bencana longsor merupakan jenis bencana yang kerap melanda wilayah Kabupaten Malang sepanjang tahun 2016 dan sekarang ini.

Bahkan tercatat di data BPBD, longsor dan angin puting beliung merupakan bencana yang kerap melanda Kabupaten Malang. 

Hari lahirnya BNPB di Kabupaten Malang yang pertama kali dirayakan dan disambut longsornya tebing setinggi 20 meter dengan panjang 10 meter yang berada di antara Desa Selatri hingga Pait menjadi momentum bagi BPBD untuk terus bergerilya memberikan penguatan dan sosialisasi kepada masyarakat atas bencana alam.

"Kita tidak bisa menghentikan bencana alam, tetapi bisa meminimalisir korban yang ditimbulkan,"kata Iriantoro, Kepala BPBD Kab. Malang, Rabu (26/4/2017) di Gedung DPRD Kabupaten Malang.

Iriantoro juga membenarkan bahwa telah terjadi longsor di Kasembon yang sampai hari Rabu (26/4/2017) masih terus ditinjau dikarenakan ada ada tiga titik tebing yang sudah menggantung sehingga berpotensi kuat kembali terjadi longsor hingga menutup badan jalan.

Tiga titik tebing yang sudah menggantung itu berada di sepanjang Desa Palang hingga Jombok, yaitu jalur Malang-Kediri antara kecamatan Pujon hingga Kasembon. 

"Jadi dalam hari kesiapsiagaan ini, kita berada di lapangan. Seluruh Kabid juga ada di lapangan memantau bencana,"ujar Mantan Sekwan DPRD Kabupaten Malang ini. 

Selain berada dilapangan, BPBD Kabupaten Malang juga mewarnai hari kesiapsiagaan dengan Talkshow di Radio, Simulasi Tanggap Darurat di Desa Pagersari Kecamatan Ngantang serta mengadakan Bintek terhadap Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) tentang Radio Komunikasi Tanggap Bencana.

"Kita rayakan hari kesiapsiagaan dengan aksi dan sosialisasi agar masyarakat terbentuk menjadi masyarakat yang siap dan tanggap bencana," pungkas Iriantoro.

End of content

No more pages to load