MALANGTIMES - Jangan kaget jika Anda melihat sebuah payung  yang biasa tertancap pada makam yang masih basah di persimpangan letter Y yang menghubungkan Jalan Bunga Vinolia, Jalan Pisang Kipas dan Jalan MT Haryono XI di daerah Jatimulyo Kota Malang.

Payung tersebut sengaja dipasang oleh warga sebagai peringatan bagi para pengguna jalan agar berhati-hati. 

Sebab, jalan tersebut berlubang dan tak kunjung di perbaiki oleh Pemerintah Kota Malang. Aspal jalan mengelupas, termasuk penutup saluran air yang tepat berada di tengah persimpangan letter Y terlihat rusak dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Walaupun menurut sebagian warga ini merupakan kerusakan kecil, namun kondisi tersebut cukup mengganggu para pengguna jalan yang melewati jalur alternatif tersebut.

Terlebih lagi para pengguna jalan yang membawa mobil dari arah Jalan Pisang Kipas. Ketika akan berbelok ke Jalan MT Haryono pasti mengalami kesulitan karena terhalang oleh jalan rusak tersebut.

Salah satu warga sekitar Jatimulyo, Riadi Suyat (58) mengatakan jalan tersebut rusak sudah sejak 3 bulan lalu.

Rusaknya jalan tersebut disebabkan oleh petugas yang melakukan perbaikan saluran air PDAM, setelah selesai perbaikan jalan ini dtitinggalkan begitu saja.

"Sudah sejak 3 sampai 4 bulan lalu mas rusaknya. Setelah ada perbaikan saluran PDAM, kondisi ini ditinggal ngledak gitu ajaNggak ada perbaikan lagi. Dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Malang  juga belum ada yang ke sini," ungkap pria yang berprofesi sebagai pengatur jalan di persimpangan tersebut.

"Makanya oleh  warga dikasih tanda payung itu. Biar para pengguna jalan melihat kalau rusak dan  bisa berhati-hati. Sebelum dipasang tanda banyak terjadi kecelakaan di jalan ini," imbuhnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika jalan tersebut tidak segera dibenahi, maka bisa sangat membahayakan bagi para penggunaan jalan. Apalagi jika turun hujan, jalan tersebut sangat licin sehingga pengendara akan mudah terpeleset.

"Sudah banyak yang terpeleset dan jatuh di persimpangan ini mas. Jangan sampai ada korban lagi. Mobil juga kalau mau belok kan kesulitan. Kalau malam juga bahaya mas nggak ada yang jaga di persimpangan ini. Dari arah Jalan Pisang Kipas menuju ke Jalan MT Haryono mau belok pasti selalu kaget karena jalan rusak, akhirnya jatuh," jelasnya.

Ia menambahkan, bahkan warga selama ini juga sudah melaporkan rusaknya jalan tersebut kepada pihak terkait seperti RT, RW maupun Kelurahan, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut.

"Ya segera diperbaikilah, biar pengguna jalan nyaman lewat sini. Biar nggak ada yang jatuh lagi," harapnya.

Sementara itu,Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang Hadi Santoso saat dikonfirmasi MalangTIMES mengakui jika jalan teraebut memang rusak akibat pengerjaan saluran air PDAM. Oleh karena itu, perbaikan jalan itu menurutnya merupakan tanggung jawab PDAM bukan dari Dinas PU.

"Kalau terkait perbaikan jalan berlubang,  kita prioritaskan pada proyek jalan tahun 2017 yang masih dalam  masa pemeliharaan. Untuk jalan yang masuk proyek 2016, maka butuh penganggaran lagi, contohnya jalan di depan Sardo," pungkasnya.