Kasdim 0818 Wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu membuka acara Penyuluhan Hukum dan Penguatan Mental Terpadu bagi anggota Kodim dan jajarannya di Aula Makodim 0818, Kepanjen, Selasa (18/04) (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Kasdim 0818 Wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu membuka acara Penyuluhan Hukum dan Penguatan Mental Terpadu bagi anggota Kodim dan jajarannya di Aula Makodim 0818, Kepanjen, Selasa (18/04) (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) dalam melaksanakan tugasnya, tidak terlepas dari berbagai godaan yang bisa membuatnya terjerembab dalam permasalahan hukum.

Serbuan narkoba yang tidak pandang bulu dan telah menjadi salah satu musuh bersama negara, perkembangan teknologi yang menampilkan sisi negatifnya yang begitu lesat serta berbagai macam godaan dan ancaman, juga menjadi bagian yang bisa saja menimpa anggota TNI AD.

Dalam konteks ini, Kodim 0818 Wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu mengintensifkan berbagai program dalam mengantisipasi dan meminimalisir serbuan godaan tersebut. 

Hal ini terlihat dalam acara penyuluhan pemantapan hukum dan ketahanan mental yang melibatkan 150 orang yang terdiri dari personil TNI, Aparat Sipil Negara (ASN) dan Persit Kartika Chandra Kirana dan Kanminvetcad (Kantor Militer Veteran Angkatan Darat) V/17 Kabupaten Malang, di Aula Kodim 0818, Kepanjen, Selasa (18/04).

Dalam acara tersebut, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0818 Mayor Inf Teguh Prastowo menyampaikan, di tengah laju kemajuan seperti saat ini pemahaman hukum dibarengi dengan mental yang kuat menjadi senjata terdepan prajurit menghadapi berbagai gempuran dan godaan yang semakin besar.

"Sebagai komandan kewilayahan, godaan dalam melaksanakan tugas pastinya sangat banyak. Tanpa dibentengi pemahaman hukum dan mental yang kuat, kita bisa masuk dalam perangkap tersebut," kata Teguh Prastowo, Selasa (18/04) kepada MALANGTIMES.

Saat ini yang perlu diwaspadai adalah godaan dari iming-iming surga narkoba yang telah menyerang begitu massif siapapun tanpa pandang bulu dan jabatan. Godaan ini sampai membuat Panglima TNI mengeluarkan ultimatum keras, 'Tidak ada ampun bagi prajurit TNI maupun ANS yang terlibat kasus Narkoba'.

"Maka jelas bahwa narkoba adalah musuh kita. Tanpa mental kuat dan memahami hukum, kita bisa mudah terperangkap olehnya," tegas Kasdim yang baru menjabat sehari ini di Kodim 0818.

Selain godan dari luar, faktor internal seperti persoalan-persoalan yang ada, baik dalam institusi maupun dalam kehidupan keluarga juga bisa membuat mentalitas anggota TNI AD turun.

Imam Asghoni dari Bintaldam (Pembinaan Mental Kodam) V/ Brawijaya, sebagai salah satu pemateri penyuluhan juga menekankan bahwa selain faktor eksternal, permasalahan internal juga mempengaruhi terjadinya pelanggaran yang disebabkan merosotnya mentalitas anggota.

Faktor kepemimpinan yang tidak tegas, kurang optimalnya pelaksanaan bimbingan satuan, lingkungan pergaulan yang tidak sehat, maupun pemberian penghargaan dan sanksi yang tidak proporsional, bisa menjadi faktor signifikan terjadinya kemunduran dalam pemahaman hukum dan mentalitas anggota TNI AD. 

"Kalau mental sudah turun, kesadaran akan pengetahuan hukum pun otomatis turun," ujar Imam yang juga mengatakan dengan mental yang seperti itu bagaimana bisa TNI AD melaksanakan tugas demi Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan optimal. "Mental yang kuat dan tangguh yang bisa mencapai tujuan tersebut," imbuhnya.

Pemateri lain, yaitu Kapten Chk. Gatot.S dari Bagian Hukum Kodam V/ Brawijaya, melihat bahwa penguatan mentalitas dan pemahaman hukum anggota TNI AD juga bisa membentengi beberapa persoalan dalam rumah tangga prajurit sesuai prosedural.

Gatot memberikan contoh mengenai  kasus perceraian di TNI yang munculnya dari pihak istri tanpa melalui prosedur satuan. Dimana perceraian  langsung lewat pengadilan. "Kalau kita memahami hukum maka persoalan perceraian yang terjadi seharusnya sesuai dengan ketentuan yang ada di TNI," ujar Gatot.

Dia juga menekankan bahwa terjadinya pelanggaran yang dilakukan anggota dan ASN bisa juga terjadi karena kurangnya kesadaran hukum serta kelalaian."Berangkat dari hal ini, penyuluhan hukum dan penguatan mental terpadu menjadi relevan sebagai program kerja TNI AD," pungkasnya.