Media Officer Arema FC Sudarmaji (Hendra Saputra/MALANGTIMES)
Media Officer Arema FC Sudarmaji (Hendra Saputra/MALANGTIMES)

MALANGTIMES - Kehadiran suporter sangat diharapkan oleh sebuah tim sepak bola. Tak terkecuali Arema FC. Pasalnya, suporter menjadi identitas sebuah tim yang mengikuti sebuah kompetisi.

Pendapatan tim Arema FC juga banyak mengandalkan penjualan tiket, selain sponsor dan penjualan jersey.

Di Liga 1 ini Arema FC resmi menaikkan harga tiket yang sebelumnya Rp 35.000 menjadi Rp 40.000 di kelas ekonomi. Untuk VIP dan VVIP, harga tetap Rp 100.000 dan Rp 150.000.

Media Officer Arema FC Sudarmaji mengungkapkan, kenaikan harga tiket ini karena pertimbangan kebutuhan klub. "Tiket sudah diputuskan harga sebesar Rp 40.000 dengan pertimbangan Arema harus mengkaji ulang kebutuhan klub. Apalagi sekarang Singo Edan telah memutuskan mengambil marquee player," ujar dia.

Memang kebutuhan Arema FC di Liga 1 sekarang mengalami peningkatan dari hasil pengamatan internal klub. "Kalau bicara tentang inflasi, sekarang mengalami peningkatan sebesar 8 sampai 12 persen. Makanya harus ada penyesuaian untuk menopang kebutuhan klub," tambahnya.

Sebelumnya Arema FC juga telah melakukan survei ke klub lain. Ternyata hal yang sama ditunjukkan oleh klub lain dengan menaikkan harga tiket. Sebut saja Persib Bandung yang harga tiketnya Rp 50.000, Persiba Balikpapan yang pada laga kandang menggunakan Stadion Gajayana harga tiketnya Rp 35.000, dan di klub lain rate-nya hampir di kisaran harga Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu. "Saya kira rate Arema masih terbilang wajar," ucap Sudarmaji.

Melihat sejarah, memang kenaikan harga tiket menjadi hal yang wajar. Apalagi klub yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan ini sukses mempersembahkan sejumlah gelar juara.

Pada tahun 1992, saat Arema memakai Stadion Gajayana untuk homebase, harga tiket kala itu hanya Rp 2.000 untuk kelas ekonomi dan Rp 3.500 untuk kelas VIP. Tahun 1993 harga tiket mengalami kenaikan setelah Arema meraih gelar juara Galatama. Saat itu tiket ekonomi berubah menjadi Rp 2.500 dan Rp 4.000 untuk VIP.

Namun kenaikan harga tiket pada tahun 1993 tidak bertahan lama. Saat kompetisi Galatama dan perserikatan digabung, harga tiket ikut melonjak naik. Tiket ekonomi berubah menjadi Rp 3.500 dan tiket VIP berubah menjadi Rp 7.000.

Menanggapi kenaikan harga ini, Sudarmaji ingin agar semua elemen dari Arema, termasuk Aremania, mengerti dan memahami kebutuhan klub. Dan ia juga berharap tidak ada kelompok yang sengaja ingin memanfaatkan momen ini untuk menimbulkan masalah baru.

"Kami paham pasti ada pro kontra dalam setiap ada kebijakan baru. Tetapi kami akan bangun pemahaman bersama bahwa ini harus dipahami bareng-bareng bahwa setiap tim harus menata pemasukannya," jelasnya. (*)