M.Burhan General Affair Malang City Point (kiri) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
M.Burhan General Affair Malang City Point (kiri) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hingga saat ini Malang City Point (MCP) belum kantongi sertifikat laik fungsi (SLF). Walau belum mengantongi SLF, namun pihak manajemen MCP menyatakan bahwa gedung 20 lantai tersebut sudah layak huni.

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

MCP juga menyatakan bahwa gedung yang saat ini merupakan bangunan tertinggi di Kota Malang tersebut sudah aman dan nyaman bagi pengunjung, tenaga kerja, ataupun warga sekitarnya.

Seperti diketahui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(DPUPR) Kota Malang sudah melakukan dua kali verifikasi faktual ke MCP. Pada verifikasi faktual 2016 lalu, pemkot masih melihat bahwa banyak kekurangan di MCP.

Pada 13 April 2017 lalu, pemkot kembali melakukan verifikasi faktual. Hasilnya, masih ada beberapa kekurangan yang belum memenuhi persyaratan SLF. Pemkot menyatakan bahwa MCP akan segera mengantongi SLF jika semua kekurangan tersebut diperbaiki.

Manajemen MCP menyatakan, sebagain besar kekurangan persyaratan untuk mengantongi SLF sudah dipenuhi.

"Beberapa item sudah kami penuhi, memang ada beberapa yang belum, misalnya seperti pembuatan jalan inspeksi untuk pemeriksaan saluran, namun saat ini sudah mulai kami penuhi. Soal rambu-rambu, nanti kami juga akan beli, akan segera dipasang," jelas M. Burhan, General Affair Malang City Point.

Dia juga menjelaskan, saat ini MCP juga sudah mengurus Analisa Dampak Lingkungan Lalu Lintas (Andal Lalin). Sebelumnya, pihak MCP belum mempunyai Andal Lalin. Berdasarkan peraturan perundang-undangan, seharusnya bangunan yang belum mengantongi SLF tak boleh beroperasi.  

Sedangkan mengenai catatan pemkot lainnya soal pelaporan sampel limbah yang perlu dilaporkan secara rutin ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), MCP juga akan menindaklanjutinya. Burhan berjanji akan mengirimkan sendiri sampel dari air limbah rutin setiap bulannya ke DLH. Selama ini, pihak pemkot menyebut bahwa MCP kurang taat aturan mengenai pelaporan limbah.

"Kemarin (terdahulu) sebenarnya per bulan sudah memberikan sampel. Hanya saja sampelnya yang melaksanakan kontraktor, dan datanya juga di kontraktor. Kalau sekarang akan kami periksakan sendiri," lanjut dia.

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

Untuk persyaratan intalasi listrik, Burhan menjelaskan bahwa MCP sudah mengantongi sertifikat laik operasi (SLO). Hanya saja, terangnya, ada beberapa kekurangan administrasi yang perlu dilengkapi. Beberapa syarat administrasi yang perlu dilengkapi adalah kontrak jual beli listrik. "Ya istilahnya seperti kitir itulah," dalih Burhan.

Sedangkan dari sisi konstruksi bangunan, Burhan menegaskan bahwa MCP sudah memenuhi kelayakan. Karenanya, MCP sudah layak ditempati. " Dari pengujian segala macam yang sudah dilakukan, infonya malah sudah melebih standar, jadi sudah lebih dari layak," terangnya.

Burhan juga menjelaskan, bahwa pihak MCP juga sudah mengganti eskalator atau tangga berjalan. Sebelumnya, pihak pemkot sudah memberikan catatan bahwa eskalator harus diganti karena kondisinya dianggap tidak layak dan membahayakan.

"Eskalator sebelumnya adalah bekas. Namun, saat ini sudah kami ganti dengan yang baru. Jadi, saat ini eskalatornya masih fresh (baru)," tambah Burhan.

Yang pasti, sambungnya, MCP akan memenuhi semua persyaratan untuk mendapatkan SLF sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kalaupun saat ini belum memiliki SLF, itu terjadi karena untuk mendapatkan SLF memang memerlukan proses yang cukup panjang.

"Ya memang memakan waktu untuk prosesnya. Kami benahi semuanya. Kami ajukan untuk pemeriksaan lagi,"pungkasnya. (*)