(Design by MalangTIMES)
(Design by MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang  melakukan uji pemeriksaan teknis  tahap kedua  terhadap konstruksi  Malang City Point (MCP) sebagai syarat memperoleh Sertifikat Laik Fungsi (SLF), Kamis (13/4/2017).

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Pengujian tahap pertama sudah dilakukan pada 28 Oktober 2016 lalu. Hasil pemeriksaan tahap pertama ini membuktikan banyak catatan yang harus dipenuhi pihak MCP agar bangunan yang terdiri mal, hotel dan apartemen itu  memenuhi standart kelaikan bangunan sesuai ketentuan SLF.

Dari hasil pengujian tahap kedua oleh tim pemeriksa SLF DPUPR Kota Malang yakni Kabid Cipta Karya Agus Pratoyo dan Kepala Seksi Bangunan Gedung Bidang Cipta Karya Sahabbudin pada Kamis, (13/4/2017) siang,  ditemukan catatan yang menjadi rekomendasi dari pengujian tahap pertama hanya sedikit kelengkapan yang  dipenuhi  pihak MCP.

Kepala Seksi Bangunan Gedung Bidang Cipta Karya DPUPR Kota Malang Sahabbudin menjelaskan usai  melakukan uji teknis bangunan  membuktikan masih banyak catatan yang harus dipenuhi MCP.

"Kami menilai hasil akhir pengujian  tahap kedua diperoleh prosentase kelayakan bangunan mal sekitar 95 persen, apartemen 80 persen dan hotel hanya 10 persen sesuai yang dipersyaratkan untuk memperoleh sertifikat SLF," kata Sahabbudin kepada MalangTIMES  disela-sela memeriksa bangunan MCP.

Dari prosentase itu diketahui  beberapa kekurangan yang harus dipenuhi Mal MCP khususnya terkait dengan Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan (K3).

"Saya menilai pengoperasian eskalatornya masih belum aman bagi pengunjung.  Nanti  Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Malang yang berhak menguji kualitas dan fungsinya," bebernya.

Kemudian, prosentase kelayakan bangunan apartemennya, DPUPR menilai sudah mencapai  80 persen, pihak MCP tinggal memenuhi uji  tekanan  hydrant mulai lantai 6 sampai lantai 20.

“Di lantai 6 ada kolam yang airnya difungsikan untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran. Air itu akan dialirkan lewat hydrant yang ada pada lantai 6 – 20,” beber Sahabbudin.

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

Lalu, dinding bangunan pada konstruksi  rumah  lift yang sudah diuji masih ditemukan ada keretakan. Oleh karena itu harus segera diperbaiki dan disesuaikan dengan standarisasi konstruksi yang ada.

Sementara,  hasil pengujian kelayakan bangunan hotel MCP hanya 10 persen saja yang memenuhi syarat.

Dari 20 lantai bangunan hotel itu, hanya satu lantai memenuhi standart  yakni lantai 6 saja.  Sedangkan 19 lantai lainnya masih belum layak, khususnya  terkait dengan penataan alat kebakaran, instalasi listrik, jalur evakuasi dan hydrant.

"Jadi 19 lantai hotel kondisinya masih belum tertata, mulai dari penyambungan listrik, alat pemadam kebakaran, pengadaan alat sprinkler, apar maupun hydrant belum ada,"  jelas Sahabbudin.

Pada pengujian tahap pertama, pembatas atau pengaman lantai di apartemen yang masih menggunakan kaca transparan, hingga kini masih belum diganti dengan penambahan tralis besi  untuk menambah keamanan bagi pengunjung maupun penghuni gedung.

"Pada pengujian tahap pertama,  kami sudah mengimbau  pihak MCP agar melengkapi pengaman kaca transparan itu dengan tralis besi.  Jika itu belum ada, maka akan sangat membahayakan penghuni, terutama  anak kecil jika bermain di situ lalu tiba-tiba naik ke atas jendela kaca kan sangat berbahaya," tutur Sahabbudin bernada tegas.