PJU dipasang di sepanjang jalibar yang memiliki dua RTH taman. Taman itu mulai jadi jujugan warga untuk relaksasi, Senin (27/03). (Nana)
PJU dipasang di sepanjang jalibar yang memiliki dua RTH taman. Taman itu mulai jadi jujugan warga untuk relaksasi, Senin (27/03). (Nana)

MALANGTIMES - Prioritas Pemerintahan Kabupaten Malang dalam mewujudkan Kepanjen sebagai green smart city terus digenjot oleh beberapa dinas terkait. Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) misalnya berkolaborasi secara cantik dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

DPKPCK telah menyiapkan dana Rp 8 miliar untuk mempercantik ruang terbuka hijau (RTH) di Kepanjen sebagai ibu kota Kabupaten Malang. Dana tersebut tentunya akan membuat Kepanjen menjadi semarak dengan keteduhan dan kehijauan taman. Tetapi segala kecantikan taman akan menjadi redup kalau tidak adanya penerangan atau lampu di sekitarnya.

Dengan konteks tersebut, Dinas PU Bina Marga melengkapi apa yang sedang terus digalakkan oleh DPKPCK, yaitu dengan pemasangan penerangan jalan umum (PJU).

Bahkan, menurut Romdhoni, kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, pihaknya sudah melakukan pemasangan JPU semenjak akhir tahun 2016 sampai awal tahun 2017.

"Kami sudah memasang PJU sebanyak 250 unit lampu LED  (light emitting diode) dengan daya 90 watt, setara 450 watt lampu jenis mercuri," kata Romdhoni, Senin (27/03) melalui hubungan telepon.

Pemasangan lampu LED yang merupakan bantuan hibah dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diperuntukkan untuk PJU di ibu kota Kabupaten Malang, yakni di wilayah Kecamatan Kepanjen.

"JPU dari hibah ini kami fokuskan di Kepanjen untuk menguatkan program green smart city. Terutama dalam menopang penerangan taman-taman yang ada saat malam hari," ujar mantan kadis cipta karya ini.

Keberadaan 250 lampu LED untuk JPU tersebut dipasang sepanjang jalan masuk ke wilayah Kepanjen. Selain itu, ada yang dipasang di sepanjang jalan di wilayah Stadion Kanjuruhan serta sebagian lagi di jalan lingkar barat (jalibar).

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

"Jalibar kita pasang karena kini menjadi jalur yang ramai juga. Selain itu, tentunya karena ada beberapa taman seperti Puspa, Sehati yang terkadang dijadikan rest area saat sore menjelang malam," terang Romdhoni yang juga pernah terlibat dalam pembuatan taman Puspa yang menjadi bagian ruang wisata ini.

Romdhoni juga mengatakan bahwa dalam mencapai target utama pembangunan di Kabupaten Malang, yaitu optimalisasi pariwisata, kolaborasi lintas sektoral menjadi harga mati.

Tanpa adanya dukungan yang saling melengkapi dan disesuaikan dengan tupoksinya, program yang dicanangkan tidak akan berjalan maksimal. "Kami terus menyinkronisasikan program kerja dengan dinas lainnya dalam optimalisasi pariwisata, kemiskinan dan lingkungan hidup. Tentunya dengan tugasnya masing-masing," ujar Romdhoni.

Pemasangan lampu LED yang  difokuskan di wilayah Kepanjen selain berfungsi mempercantik wajah ibu kota kabupaten, juga dalam upaya mempermudah pengawasan dan pemetaannya. “Tujuan lainnya seperti itu juga. Jadi, satu kegiatan bisa mencapai beberapa fungsi yang selaras,” kata Romdhoni.

Ia juga menambahkan akan terus mengajukan anggaran untuk melakukan pengadaan lampu PJU di wilayah lainnya. Sebab, masih banyak yang belum terpasang PJU. "Selain rawan kejahatan, juga kecelakaan lalu lintas," imbuhnya. (*)