Aktifitas PKL di Jalan Panji Kepanjen, kini keberadaan mereka sudah mencapai 16 PKL yang berjualan makanan dan minuman setiap hari selama 24 jam, Jum'at (24/03) (Foto: Nana/ MalangTIMES)

Aktifitas PKL di Jalan Panji Kepanjen, kini keberadaan mereka sudah mencapai 16 PKL yang berjualan makanan dan minuman setiap hari selama 24 jam, Jum'at (24/03) (Foto: Nana/ MalangTIMES)



MALANGTIMES - Keberadaan Pedagang Kaki Lima yang dikeluhkan oleh pihak Kecamatan Kepanjen, Kodim 0818 serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan yang berjualan di trotoar Jalan Panji Kepanjen, ternyata sudah cukup lama dilontarkan.

Keluhan tersebut didasarkan pada akibat yang ditimbulkan PKL, khususnya yang menggelar dagangannya di depan RSUD Kepanjen dan Kodim 0818 yang membuat kawasan perkantoran tersebut menjadi kurang 'nyaman' dilihat mata.

Selain hal tersebut, keberadaan PKL yang berjualan 24 jam ini juga letaknya menyalahi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Malang Nomor 15 Tahun 2015 mengenai Penataan dan Pemberdayaan PKL.

"Bolak balik kita minta respon kepada Satpol PP Kabupaten Malang tetapi tidak ada tindakan," kata Agus Hari Wahyudi, Kasie Trantib Kecamatan Kepanjen, Jum'at (24/03) kepada MALANGTIMES.

Tidak adanya respon Satpol PP Kabupaten Malang tersebut menjadi dasar bagi para PKL untuk terus berjualan di lokasi yang dilarang oleh Perda No. 15/2015 ini.

"Tidak ada yang melarang, mas. Kalau pun ada malah dari pihak Rumah Sakit," kata Suyati, PKL asal Pagelaran yang mengatakan telah berjualan selama 15 tahun di lokasi Jalan Panji.

Suyati juga mengatakan kalau dari Satpol PP tidak pernah melarang apalagi sampai menindak para PKL yang jumlahnya kini sekitar 16 pedagang dengan jualan makanan dan minuman.

"Kalaupun ada larangan hanya pas ada acara besar saja. Itupun paling lama hanya dua hari," lanjut Suyati yang berjualan 24 jam di lokasi tersebut.

Saat ditanya mengenai adanya larangan berjualan di lokasi yang ditempatinya, Suyati mengatakan tidak mengetahuinya walaupun tepat di atasnya ada papan informasi larangan yang dibuat Satpol PP Kabupaten Malang.

Suyati dan PKL lainnya hanyalah ingin bekerja dan mendapatkan nafkah bagi kebutuhan keluarganya. Mereka terpaksa memanfaatkan trotoar Jalan Panji untuk mengais rizki.

"Yang bisa kami lakukan jualan dan di sini kan rame pembeli karena dekat RS dan Kodim. Dan tidak ada yang melarang kami jualan di sini," ujar salah satu PKL yang tidak berkenan namanya disebut.

Tidak adanya larangan dari Satpol PP serta tindakan sesuai regulasi yang ada inilah yang membuat para PKL menjadi bertambah di Jalan Panji Kepanjen.

"Eksesnya juga banyak yang parkir sembarangan dan membuat Jalan Panji yang kecil dan dua arah ini jadi semrawut," kata Abai Saleh, Camat Kepanjen. 

Abai berharap bahwa PKL Panji bisa direlokasi dari wilayah sekarang berjualan sehingga tidak menimbulkan ketidaknyamanan serta menabrak Perda yang ada.

"Relokasi jawabannya dan kita harap beberapa pihak bisa menampungnya agar tetap para PKL bisa berjualan," ujarnya.

Di kesempatan lain, Kasatpol PP Kabupaten Malang belum bisa memberikan informasi terhadap adanya keluhan dari tiga instansi di wilayah Kepanjen mengenai PKL Panji Kepanjen.

End of content

No more pages to load