Ini Alasan John Fontain, Musisi Jazz Inggris Memutuskan Diri Jadi Seorang Mualaf

Mar 23, 2017 10:32
John Fontain, Musisi Jazz Inggris yang kini memutuskan diri menjadi seorang muallaf (Foto via youtube.com)
John Fontain, Musisi Jazz Inggris yang kini memutuskan diri menjadi seorang muallaf (Foto via youtube.com)

MALANGTIMES - John Fontain, seorang musisi jazz asal Inggris yang telah memutuskan untuk menjadi seorang mualaf sejak tahun 2008, diundang hadir oleh Pimpinan Muhammadiyah Kota Malang dalam satu acara yang berjudul : How I Came To Islam (Kenapa Saya Memeluk Islam) dan Bedah Kelemahan dan Kesalahan Atheisme, Rabu (22/3/2017).

Dalam acara yang dipadati oleh pengunjung, melebihi kapasitas tempat yang tersedia, John menceritakan pengalamannya mendapatkan hidayah memeluk Islam.

Baca Juga : Glenn Fredly Meninggal Dunia Tepat setelah 40 Hari Kelahiran Anak Pertamanya

 Bermula dalam perjalanannya ke Afrika Barat tepatnya ke daerah Sierra Leone, dimana ia kehabisan uang dan tak ada tempat menginap.

Ia lalu didatangi seorang manager hotel setempat dan diundang untuk menginap di rumah manager tersebut. Memang agak tak biasa di dunia barat untuk menawarkan tempat menginap kepada orang asing.

Tapi John tak punya pilihan lain, akhirnya ia menginap di rumah sang manager tersebut. Di sanalah pertama kali dalam hidupnya dia mendengarkan kumandang adzan dan menyaksikan keluarga tersebut melakukan salat berjamaah.

 John merasakan "hatinya tercerabut", lantunan adzan itu telah menyentuh kalbu John yang selama ini dalam perjalanan mencari Tuhan.

Setelah mendapatkan kesan pertama yang menakjubkan tentang Islam itulah, John pun mulai belajar tentang Islam setelah kembali ke Manchester Inggris.

Ia belajar tentang sholat, tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dalam Islam. Sampai suatu hari John menemukan bahwa Islam mengharamkan musik yang selama ini dia geluti, musik yang sudah mendarahdaging dalam jiwanya.

Dengan setengah hati dia tinggalkan musik jazz yang selama ini sebagai sumber penghasilan dalam hidupnya. Dan karena hal itulah John tidak punya penghasilan alias pailit.

Tapi John tetap tekun mempelajari Islam dan mulai rajin berkunjung ke masjid di kotanya untuk sholat. Salah seorang teman baiknya, orang Arab, memberikan uang 20 poundsterling (sekitar 300 ribu rupiah) sebagai "zakat" untuk John karena John sama sekali tidak punya uang, sambil tertawa kecil John menceritakan hal ini.

Sungguh bukan kehidupan yang mudah bagi John yang sebelumnya adalah musisi jazz yang cukup punya nama di Inggris, dan tentunya punya materi yang lumayan berlimpah.

Baca Juga : Penulis 4 Buku Ini Memilih Launching dan Membedah Karyanya Berjudul Jelajah Tubuh di Coffee Times

Dan pada suatu perjalanan John ke Cairo Mesir, John yang sudah teratur sholat 5 waktu di masjid di Manchester tanpa ada yang mempermasalahkan, dilarang sholat sebelum dia mengucapkan syahadat.

John terkejut karena sebelumnya tak ada yang memberitahu tentang hal itu kepadanya, bahwa untuk menjadi seorang Muslim yang pertama kali harus diucapkan adalah kalimah syahadat.

Di sanalah John mengucapkan kalimah syahadat untuk pertama kalinya dan resmi menjadi seorang mualaf.

John sempat mendapatkan pertanyaan tentang apa yang membuat dia tidak yakin dengan agama sebelumnya (Kristen - red.).

 John menjelaskan bahwa ada penjelasan dari pendetanya bahwa yang seharusnya kata-kata dalam Injil  adalah "Tuhan dan Yesus", tapi diubah menjadi "Yesus Adalah Tuhan", dari situlah awal keraguan John terhadap Kristen.

Dan untuk menjadi seorang atheis juga bukan pilihan menurut John, karena fitrah manusia adalah kembali kepada Tuhannya, akan ada satu sisi dalam jiwa manusia untuk mencari Tuhannya. Dan untuk itu John sudah menemukan apa yang selama ini dia cari dalam jiwanya.

Akhirnya John memutuskan untuk mulai berdakwah dan menyebarkan Islam sebagai jalan hidupnya.

Topik
John FontainMusisi Jazz InggrisMualafMuhammadiyah Kota Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru