Direktur Surveyor dan Pemetaan Tematik BPN Pusat, Tri Wibisono ST.MT (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Direktur Surveyor dan Pemetaan Tematik BPN Pusat, Tri Wibisono ST.MT (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Saat ini Badan Pertanahan Nasional (BPN) kekurangan sekitar 2.300 tenaga surveyor kadastral dan asisten surveyor kadastral yang berlisensi nasional.

Tenaga tersebut meliputi tenaga bidang pengukuran, pemetaan kadastral dan kemampuan mengorganisasi pekerjaan pengukuran dan pemetaan kadastral. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Surveyor dan Pemetaan Tematik BPN Pusat, Tri Wibisono ST.MT saat berada di salah satu kampus di Kota Malang.

Baca Juga : UM Sebut Ada Sejumlah Dosen yang Kontak dengan Dosen Positif Covid-19

"Saat ini adanya program pendaftaran tanah sistematis cepat yaitu sertifikasi 5 juta bidang, maka dari itulah saat ini BPN membutuhkan banyak sekali petugas ukur ataupun surveyor," terangnya.

Persyaratan untuk menjadi surveyor kadastral yakni berkualifikasi S1 di bidang survey dan pemetaan. Senior Purna Bakti berpengalaman 20 berlisensi surveyor kadastral, dan posisi Asisten Surveyor dengan jenjang D1, D3, SMK Kejuruan dan SMA Umum di bidang survey dan pemetaan.

Langkah ini merupakan langkah cepat yang dilakukan oleh BPN untuk jemput bola dalam menjaring SDM guna memenuhi kekurangan yang ada. Selama ini menurutnya SMK pun juga minim mencetak lulusan di bidang ini.

"Makanya kami juga mengajak guru SMK, mahasiswa dan dosen prodi Geografi dan Geodesi dari perguruan tinggi," jelasnya.

Menurutnya, prosentase dan sebaran target prona di Indonesia sekitar 5 juta bidang tersebut tersebar di beberapa wilayah diantaranya Sumatera 31,35 persen (1.567.500 bidang), Jawa 28,87 persen (1.443.500 bidang), Sulawesi 15,40 persen (770.000 bidang), Kalimantan 12,05 persen (602.500 bidang) Bali Nusra 9,28 persen (464.000 bidang), dan Papua 4,45 persen (223.000 bidang). 

"Isu dan tantangan seperti ruang yang belum tergarap masih banyak, yang ini menjadi PR di bidang agraria, tata ruang dan pertanahan," tutur pira yang mengaku arek Surabaya ini.

Baca Juga : Hotel Pondok Jatim Park Sudah PHK 41 Karyawan

Sementara itu, Kanwil BPN Jatim Ir Winduno MEng Sc mengungkapkan, dari bidang tanah Jawa 28,87 persen (1.443.500 bidang), ada 435.240 bidang sebagai target alokasi total dari 5 juta bidang.

12.488.755 di Jatim bidang tanah belum terdaftar, dimana 435.240 bidang sebagai target alokasi dari 5 juta bidang. Jatim sendiri membutuhkan sekitar 200 tenaga yang baru. Sementara itu BPN saat ini sudah punya sekitar 250 S1 Geodesi, lulusan D1 STPN, serta ada mantan pegawai kementerian.

Sementara itu, terkait sekolah SMK Negeri dan Swasta yang memiliki jurusan survey dan pemetaan di Jatim adalah SMKN 2 Bojonegoro,  SMKN 1 Singosari, SMKN 1 Lumajang, SMKN 1 Nganjuk, SMKN 1 Madiun, dan SMK Pekerjaan Umum Malang. Dan masih ada perguruan tinggi lain.