Malang Fashion Runway 2017

Rela Berburu Bahan hingga ke Hongkong

Mar 18, 2017 14:49
Busana Avant-Garde karya desainer Andy Sugix di Malang Town Square. (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Busana Avant-Garde karya desainer Andy Sugix di Malang Town Square. (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Gelaran Malang Fashion Runway 2017 di Malang Town Square (Matos) tidak saja menyuguhkan koleksi busana ready to wear (dipakai sehari-hari), tetapi juga memamerkan adi busana para desainer Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Malang.

Adi busana avant-garde ialah busana yang menembus batasan konvensional kelaziman berbusana. Busana konsep ini menciptakan bentuknya sendiri yang secara awam dipandang eksentrik, aneh, dan hanya pantas dikenakan di panggung peragaan busana.

Dari total 14 adi busana desainer Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Malang yang dipajang di lobby utama Malang Town Square, ada karya desainer Andy Sugix. Pria yang menjabat public relations IFC Chapter Malang itu membuat adi busana evening grown atau gaun malam. 

Kepada MALANGTIMES, Andy menjelaskan bahwa busana karyanya itu diilhami gaun malam yang biasa dikenakan perempuan modern. Dalam proses pembuatan busana, dia tak main-main. Andy bahkan rela berburu payet hingga ke Hongkong. 

"Saya beli waktu ada acara di Hongkong. Soalnya payet berbentuk bunga itu tebal dan kualitasnya bagus dibandingkan produk lokal," kata Andy. Ia menerangkan bahwa bagian gaun bawah yang cukup panjang itu ialah kain tile yang ia rangkai sedemikian rupa.

Bagian dada busana evening grown karya Andy Sugix dibuat pas dengan ukuran badan dan menonjolkan bagian dada. Kesan seksi dan glamour ditampilkan Andy Sugix. 

"Saya memang ingin buat baju-baju avant-garde yang seksi dan bisa dipakai untuk pesta malam," sambung Andy. Untuk hiasan, Andy menambahkan topeng bergaya gotic yang ia hias dengan manik-manik. (*)

Topik
Malang FashionR unway 2017MatosIndonesian Fashion Chamber

Berita Lainnya

Berita

Terbaru