Kepala BNN Kab. Malang, AKBP I Made Arjana menyatakan masyarakat masih takut lapor dalam permasalahan narkoba, Rabu (15/03) (Nana/MalangTIMES)
Kepala BNN Kab. Malang, AKBP I Made Arjana menyatakan masyarakat masih takut lapor dalam permasalahan narkoba, Rabu (15/03) (Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Paradigma yang tertanam kuat di masyarakat mengenai penyalahguna narkoba yang begitu lekat dengan kriminal, membuat program rehabilitasi narkoba di BNN menjadi tidak maksimal.

Baca Juga : Selamat !! Satu Pasien Positif Corona di Lumajang Dinyatakan Sembuh

Data dari BNN Provinsi Jawa Timur mencatat sekitar 70 persen pengguna narkoba direhab karena tertangkap tangan dalam operasi, bukan karena kesadaran diri atau keluarganya.

Hal ini juga terjadi di Kab. Malang, dimana sejak tahun 2016 pengguna narkoba yang direhabilitasi sebanyak 70 orang dari data pengguna yang berjumlah 185.

"Kendalanya sama dimanapun, warga masih takut melaporkan karena beranggapan nanti ditangkap,"kata Kepala BNN Kab. Malang, AKBP. I Made Arjana, Rabu (15/3/2017) kepada MALANGTIMES.

Kondisi tersebut yang akhirnya akan menghambat gerakan rehabilitasi 100.000 penyalahguna narkoba yang dicanangkan Pemerintah Pusat dan dimulai di tahun ini.

Ketakutan warga pengguna narkoba maupun keluarganya sebagian besar dipicu ketidaktahuan mereka mengenai definisi pengguna dan pengedar. Mereka mengganggapnya sama dengan sanksi dipenjarakan atau dipidanakan.

"Konteks tersebut membuat kami terus melakukan sosialisasi kepada warga mengenai hal tersebut. Terutama mengenai program rehabilitasi,"ujar I Made yang juga menjelaskan Kab. Malang sudah memiliki tempat rehabilitasi yang tidak dipungut biaya bagi pengguna narkoba.

Baca Juga : 10 Daerah Resmi Dapat Persetujuan Terapkan PSBB

Ada Puskesmas Gondanglegi, Hayunanto Medical Center Dau, Pesantren Rakyat Al-Amin Sumberpucung, Rumah Sakit Daerah Lawang dan juga klinik BNN Kab. Malang yang merupakan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).

Tempat rehabilitasi pengguna narkoba tersebut nantinya akan dipergunakan untuk 70 pengguna narkoba yang menjadi target BNN Kab. Malang di tahun ini.

Sedangkan mengenai proses melapor untuk diikutkan dalam program rehabilitasi cukup sederhana, yaitu pengguna maupun orang tua atau wali pecandu narkotika melapor kepada Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yaitu pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan lembaga rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh Pemerintah.

Permasalahan pengguna narkoba di Kab. Malang yang didominasi pengguna usia produktif yaitu usia 16-20 tahun dan menempati peringkat kesatu penyalahguna narkoba, tidak bisa dilakukan sendiri oleh BNN Kab. Malang.

"Kita wajib bersama-sama dalam permasalahan narkoba di Kab. Malang. Tanpa sinergitas seluruh elemen warga, maka darurat narkoba akan terus terjadi,"pungkas I Made.