Suasana saat akan melakukan pemeriksaan di UB (Foto: istimewa)
Suasana saat akan melakukan pemeriksaan di UB (Foto: istimewa)

MALANGTIMESĀ - Mengurangi angka pelanggaran ijin tinggal warga asing dan pendeportasian, Kantor Imigrasi Kelas 1 Malang hari ini melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen terhadap para mahasiswa asing maupun dosen asing yang mengajar di Universitas Brawijaya (UB), Senin (13/03/17).

Baca Juga : Musim Melaut, Para Nelayan yang Berlabuh di Kabupaten Malang Bakal Disemprot Antiseptik

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Malang, Novianto Sulastono mengatakan, selama ini cukup banyak pelanggaran dari warga asing yang tidak mengurus ijin tinggal selama bekerja atau menempuh pendidikan di Indonesia.

"Setidaknya 26 orang asing telah dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas 1 Malang tahun 2016. Pelanggaran yang dilakukan oleh ke-26 warga asing tersebut bermacam- macam, seperti yang ijin tinggalnya habis dan lainnya," bebernya, Senin (13/3/2017).

"Ya kebanyakan dari mereka ada yang masih mahasiswa di beberapa perguruan tinggi dan ada yang merupakan dosen pengajar di Kota Malang," tambahnya.

Ia juga menjelaskan, mereka- mereka yang ijin tinggalnya habis, belum mengurus perpanjangan surat ijin tinggal dengan berbagai faktor. Ada yang karena sibuk mengajar atau bekerja dan ada juga yang masa studinya molor sehingga mereka belum mengurus.

Baca Juga : Draft Sudah Final, Besok Pemkot Malang Ajukan PSBB

"Total dari keseluruhan mahasiswa dan dosen warga asing yang ada di Universitas Brawijaya semuanya berjumlah kurang lebih 160 orang," ungkapnya.

Sementara itu, pada agenda pemeriksaan kali ini, pihak imigrasi lebih memfokuskan pada dokumen imigrasi, guna melihat apakah ada keganjilan data atau hal yang melanggar lainnya.

Namun pihaknya mengungkapkan, selama pemeriksaan kali ini, pihak imigrasi tidak menemukan adanya pelanggaran.