Full Day, Siswa ini Masih Semangat Ukir Prestasi Olahraga

Mar 01, 2017 18:19
Szanafa Shindy Ahira menunjukkan piagam prestasinya sebagai Youth Woman peringkat ke 6 tingkat nasional dalam kompetisi Jogja Slalom Siries.
Szanafa Shindy Ahira menunjukkan piagam prestasinya sebagai Youth Woman peringkat ke 6 tingkat nasional dalam kompetisi Jogja Slalom Siries.

Bagi Szanafa Shindy Ahira, sistem pembelajaran full day school tidak menjadi penghambat bagi dirinya untuk mengukir prestasi di bidang olahraga.

Baca Juga : Kontroversi, Prestasi, hingga Mundurnya Ratu Tisha dari Sekjen PSSI

Di usianya yang masih belia, siswa kelas 7 SMPN 6 Kota Malang ini berhasil menjadi atlet berprestasi di ajang kompetisi sepatu roda, pada Oktober, 2016 lalu, di Yogyakarta. Dalam kompetisi itu Shindy mendapat predikat Youth Woman menduduki peringkat ke 6 Jogja Slalom Siries, tingkat nasional. 

Di cabang olahraga sepatu roda, kelas slalom adalah jenis olahraga yang paling sulit. Namun tidak menghalangi semangat putri dari pasangan Budi Laksana dan Yushinta ini. Bahkan cidera yang pernah Ia alami saat latihan semakin menambah keyakinan untuk serius mengasah kemampuannya bermain sepatu roda. Sang bunda pun tidak henti - hentinya memberi semangat. 

"Dulu pernah cidera, tapi mama tidak marah, hanya bertanya, masih semangat?, kalau iya lanjutkan usahamu, mama akan selalu mendukung," ucap Shindy kepada MALANGTIMES saat ditemui di kediamannya di Perum Oma Campus.

Sejak saat itu, Shindy terus memacu dirinya untuk intensif berlatih. Saat ini pun, atlit didikan 4 Wheels Slalom Inline Malang ini sedang giat berlatih mempersiapkan kejuaran nasional yang akan digelar 3 Maret mendatang di Sumenep, Jawa Timur.

"Kompetisi besok harus siap, latihannya juga ditingkatkan, kalau menang bisa jadi hadiah untuk papa dan mama, kalau belum ya harus tetap semangat," ucapnya penuh optimis.

Dalam cabang olahraga sepatu roda terdapat empat jenis kelas, yaitu  vert skating, aggressive inline, speed skating dan slalom. Kelas slalom adalah olahraga yang masuk dalam kategori ekstrem atau freestyle.

Baca Juga : Libur Karena Covid-19, Kiper Persita Mulai Bosan

Di kelas slalom, atlit dituntut kelincahan fisik, akurasi kecepatan, keahlian melewati rintangan dan penguasaan trik di track arena. Meski sulit, Shindy tidak pernah gentar sedikitpun menekuni slalom. Ia pun bertekad akan terus berupaya maksimal mungkin mengharumkan nama Kota Malang dengan preatasi di jalur olahraga sepatu roda.

"Memang slalom lebih sulit, tapi ini kan tantangan buat ku supaya lebih semangat, dan bisa evaluasi diri supaya bisa lebih fokus dan terampil," kata Shindy sambil tersenyum.

Selain sukses menekuni olahraga sepatu roda, Shindy juga menyimpan banyak prestasi akademik. MALANGTIMES sempat melihat beberapa penghargaan yang terpajang di rumahnya, beberapa diantaranya adalah piagam Juara 1 Olimpiade IPA dan Juara 3 siswa berprestasi, keduanya adalah piagam prestasi yang berhasil Ia raih di tingkat sekolah dasar se Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. 

Itu hanya sebagian bukti atas prestasi yang berhasil Ia raih, masih banyak piagam lainnya yang tersimpan rapih di rumahnya. Satu alasan kuat yang selalu memotivasinya untuk terus mengukir prestasi, ingin membahagiakan orangtuanya.

"Papa dan mama kan sudah bekerja keras, jadi seneng kalau bisa beri hadiah juara, bisa jadi kebanggaan orangtua," jelas Shindy.

Topik
Szanafa Shindy AhiraAtlet Berprestasi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru