Direktur Operasional Arema Indonesia, Haris Fambudy (foto: Hendra Saputra/ MALANGTIMES)
Direktur Operasional Arema Indonesia, Haris Fambudy (foto: Hendra Saputra/ MALANGTIMES)

MALANGTIMES - Beredarnya banner "Satu Arema" tampaknya belum menemui jalan tengah. Hal ini membuat sebagian orang yang belum tahu, merasa kebingungan dengan 2 nama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

Direktur Operasional Arema Indonesia, Haris Fambudy mengatakan bahwa dirinya tidak peduli dengan tim lain. Dalam artian, dirinya hanya mengurusi bagaimana Arema Indonesia bisa bermain di Divisi Utama atau Liga 2.

Bahkan dirinya menegaskan kalau Arema Indonesia adalah tim yang punya sejarah dan pernah mewakili Indonesia di kancah AFC karena juara di Indonesian Super League (ISL) pada kompetisi 2010 silam.

"Kami tidak mengomentari klub lainnya. Kita fokus ke tim sendiri untuk bisa berlaga di Divisi Utama," ujar Haris.

Haris menambahkan bahwa pihaknya belum bisa bergabung dengan tim manapun seperti yang dikehendaki oleh Aremania.

"Kita punya surat sendiri, kita punya sejarah. Tidak mungkin satu kompany dapat bergabung dengan kompany lainnya," sambil ia mencontohkan perusahaan MALANGTIMES apa mau bergabung dengan media lain.

Ditanya mengenai suporter, Haris Fambudy tidak mau berkomentar banyak. Pasalnya, yang terjadi di saat Arema Indonesia sedang berjuang untuk berlaga di Divisi Utama, Aremania banyak mendukung tim Arema FC yang bermain di Piala Presiden 2017.

Seperti berita sebelumnya. (Baca Juga :Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC)