Batik karya desainer Malang Silla Dawilah ini memadukan motif lawas Parang dan kreasinya sendiri dengan sentuhan warna terang dan pernik etnik di bagian depan busana(foto: dok.MalangTIMES)
Batik karya desainer Malang Silla Dawilah ini memadukan motif lawas Parang dan kreasinya sendiri dengan sentuhan warna terang dan pernik etnik di bagian depan busana(foto: dok.MalangTIMES)

Bila selama ini mengenal batik Malangan lekat dengan motif bunga dan singa, maka di tangan desainer muda Malang Silla Dawilah motif batik dibuat dengan sentuhan baru tanpa meninggalkan motif tua batik Indonesia.

Ya, wanita yang akrab disapa Silla itu membuat batik dengan motif yang terinspirasi dari batik khas nusantara di atas berbagai kain. 

Baca Juga : Fashion Hijab Wud Hadirkan Koleksi Baru, Pertahankan Bisnis Saat Pandemi Covid-19

Ia tak punya nama khusus untuk batik yang ia ciptakan itu. Wanita asli Malang itu menjelaskan apabila batik kreasinya tidak saja dibuat di atas kain mori (kain yang umumnya dipakai bahan dasar batik) saja tetapi juga berbagai jenis kain lain. 

"Misalnya nih saya buat batik saya diatas bahan-bahan seperti sifon, sutra, tringkel, organdi sutra, kain bludru sutra, kain colduray juga sempat saya batik," terang wanita kelahiran 1989 itu saat ditemui MALANGTIMES.

Pemilik Le Silla Butik Malang itu mencontohkan karya batik warna hijau muda yang ia buat bentuk outer atau pakaian panjang bermodel tanpa lengan. Motif batik itu terinspirasi dari motif batik tua yakni Parang yang Silla padu padankan dengan motif kreasinya. 

Motif batik Parang merupakan salah satu motif paling tua di Indonesia. Dalam setiap motif batik Parang biasanya akan terdapat susunan motif yang membentuk seperti huruf S, saling terkait satu dengan lainnya, saling menjalin, dan ini melambangkan sebuah kesinambungan.

Bentuk huruf S tersebut diadaptasi dari bentuk ombak lautan, menggambarkan semangat yang tidak pernah padam.

Motif Parang pada batik kreasi Silla berwarna cerah. Selain itu, ia pun mengkombinasikan batik yang ia buat dari kain sutra itu dengan sentuhan etnik yakni hiasan batuan Indian di bagian depan busana outer batik karya Silla. 

Baca Juga : Sarung Tangan Mirip Kulit Manusia Bisa Cegah Covid-19? Unik atau Seram Ya?

Kreasi batik Silla cenderung menampilkan warna-warna cerah seperti hijau muda, biru muda dan orange. Selain motif Parang, Silla juga terinspirasi dengan motif Sasirangan khas Kalimantan. 

Batik karya Silla Dawilah itu dibuat oleh pengrajin batik di Malang. Meski tak menjelaskan detail berapa pengrajin batik kreasinya, Silla berujar bahwa proses pembuatan batik itu juga banyak ia lakukan sendiri. 

Soal harga baju karena ia membuat desain batik kreasinya maksimal empat busana, Silla menetapkan harga di atas Rp. 300 ribu untuk satu baju batik koleksinya. Banyak pelanggan yang kesengsem dengan karya Silla ini bahkan sempat memikat banyak desainer nasional saat ditampilkan di sebuah acara fashion show di Bandung beberapa waktu silam. (*)