Serial Puisi "O"

Feb 19, 2017 10:27
Ilustrasi Serial Puisi "O" (istimewa)
Ilustrasi Serial Puisi "O" (istimewa)

Serial Puisi

*dd nana

0 KILOMETER

-1

Udara; 

ruang yang meraungkan rindu bisuku.

Aku; 

batu yang diasuh waktu

yang luruh dalam sengal nafasmu.

Udara dan aku dan waktu saling menakar

Rindu yang mungkin bukan ihwalmu lagi, rindu yang kau cairkan dalam gerimis sore tadi.

Baca Juga : KITAB INGATAN 101

"Cukuplah kau lelaki, menakar luka rindu padaku. Aku letih menikahi udara yang jauh, waktu yang menjelma jarak yang tak tertaklukkan itu,".

Cahaya berpinak, ruah melimpah di mataku

Aku sempurna jelma almanak yang kehilangan angka di matamu.

-2

Almanak ;

parade angka kabur yang mengubur.

Cinta ;

Sayatan yang degupnya sampai ke ngilu sampai ke ubun-ubun waktu.

Waktu ;

Jeruji atas rindu yang kehilangan matanya, Aku.

-3
lelaki itu masih menatap langit yg sempurna terbakar. senja.

Baca Juga : KITAB INGATAN 100

tidak ada angin, sayang. deru yang mengibaskan ragumu, adalah titik-titik rindu.

dan, ijinkan aku lirihkan bahasa ini. diulir telinga indahmu. dipori-pori tubuhmu yang menguarkan aroma ilalang senja hari.

'apa yang kau cari dari tubuh letih ini?'

-4
lelaki itu masih mengaduh. mencipta tanda. mewartakan rahsa.

dan kau? masihkan segelisah dulu ditikam waktu dan peristiwa

*Wartawan MALANGTIMES

Topik
serial puisi o

Berita Lainnya

Berita

Terbaru