Koramil 0818/30 Latih Masyarakat Siap Siaga Bencana Gunung Meletus

Geografis Kabupaten Malang yang berupa ceruk atau mangkuk alam secara langsung menjadi daerah dengan potensi bencana alam.

Kondisi alam dan perubahan cuaca ekstrim berapa tahun ini, menjadi alarm dini bagi masyarakat serta berbagai unsur di dalamnya untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan saat bencana datang.

Koramil 0818/30 Tirtoyudo sebagai institusi dalam perlindungan masyarakat dengan konteks tugas non militernya, menjadi bagian terdepan ikut serta menanggulangi bencana alam yang berpotensi merenggut korban jiwa dan material masyarakat.

"Kita kecil dihadapan alam karena itu kita wajib untuk menselaraskan kehidupan dengan alam sekitar. Saat lingkungan kita daerah pegunungan aktif, maka menjadi perlu untuk kita fahami gelagat alamnya saat akan meletus,"tutur Danramil 0818/30 Kapten Arm. Yongbundaya, saat acara pelatihan bersama dalam rangka kesiapan mengantisipasi bencana gunung meletus di Desa Taman Satrian Kec. Tirtoyudo, Sabtu (18/02).

Yongbundaya juga menyampaikan pada pelatihan yang dilakukan dua hari ini, yaitu dari tanggal 17 sampai 18 Februari 2017 bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, PMI serta masyarakat desa, dititikberatkan kepada materi dasar penanggulangan bencana di lanjutkan praktek kesiap siagaan menangai bencana alam kususnya gunung meletus. 

"Materi ini menjadi penting bagi masyarakat pada saat terjadi gunung meletus. Bagaimana teknik meresponnya, cara menyelamatkan diri, evakuasi serta hal lainnya,"ujarnya yang juga menegaskan bahwa terjadinya korban bencana alam kebanyakan dipicu karena tidak adanya pemahaman warga dalam menghadapinya.

"Karena kaget, takut, panik akhirnya tindakan penyelamatan malah menjadi sembrono dan mengakibatkan hal fatal,"tegas Yongbundaya.

Pelatihan desa siaga bencana yang dilakukan di Desa Taman Satrian ini dilakukan karena wilayah desa persis dekat perengan rangkaian Gunung Semeru yang masih aktif memuntahkan lahar dan material alam lainnya.

"Walaupun desa ini tidak menjadi jalur lahar dingin Semeru, tetapi tetap wajib diwaspadai. Selain itu longsor juga menjadi ancaman lainnya,"ujar Danramil 0818/30 yang juga mengerahkan anggotanya dalam pelatihan tersebut.

Koramil 0818/30 Tirtoyudo juga memberikan pelatihan teknis evakuasi personil serta tanda atau sandi kentongan bagi warga pada saat terjadi bencana.

"Evakuasi menjadi hal penting yang perlu dikuasai warga, karena dengan evakuasi yang benar korban bencana bisa diminimalisir. Begitu pula tanda atau sandi saat terjadi bencana yang bisa membuat seluruh warga bersiap dan mengetahui adanya bencana,"kata Yongbundaya.

Dikesempatan lain, Aprillijanto, Sekretaris PMI Kab. Malang mengatakan, keberadaan TNI melalui berbagai koramil di kecamatan menjadi sangat membantu dalam menghadapi bencana alam. 

"TNI memiliki skill yang mumpuni dan sangat membantu kita saat terjadi bencana. Karena itu kerjasama dalam berbagai hal berkaitan bencana, selalu melibatkan mereka,"ujarnya.

Top