Kondisi Pasar Sumedang Kepanjen yang sampai saat ini belum bisa ditempati pedagang dan menjadi incaran pemeriksaan BPK, Selasa (14/2/2017) (Nana/MalangTIMES)
Kondisi Pasar Sumedang Kepanjen yang sampai saat ini belum bisa ditempati pedagang dan menjadi incaran pemeriksaan BPK, Selasa (14/2/2017) (Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kelanjutan pembangunan Pasar Sumedang Kepanjen masih menjadi tanda tanya besar. 

Apalagi dengan adanya kabar bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan melakukan audit terhadap pembangunan pasar yang tak kunjung selesai.

Baca Juga : WNA Asal Belanda Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi

Beberapa narasumber MALANGTIMES yang tidak bersedia disebut namanya menyatakan bahwa kabar akan diperiksanya Pasar Sumedang oleh BPK memang benar.

"Informasinya begitu, mas. BPK sudah turun ke Kabupaten Malang, salah satunya ya untuk pasar Sumedang ini," ungkap salah satu narasumber, Selasa (14/2/2017).

Senada dengan pernyataan tersebut, narasumber lain juga membenarkan akan adanya pemeriksaan pasar oleh BPK.

"Saya dengarnya begitu, mas, akan ada pemeriksaan di minggu-minggu ini oleh BPK," katanya yang mewanti-wanti agar namanya tidak ditulis.

Seperti diketahui proses pembangunan Pasar Sumedang memang tidak berjalan mulus, bahkan pernah sampai berurusan dengan kepolisian. Kontraktor silih berganti untuk menyelesaikan kelanjutan pasar sejak tahun lalu.

Kini, dalam pantauan MALANGTIMES Pasar Sumedang total berhenti pembangunannya. Sekeliling bangunan dipagari seng dan digembok.

Pedagang masih menempati Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang kian tidak representatif.

Baca Juga : Ini Alasan Kabag Protokoler Pemkot Batu yang Hadir di Polresta Malang Terkait Kasus Tabrak Lari

"Kalau protes sudah berulang kali sampai capek, mas. Hasilnya bisa dilihat sendiri, kami masih menempati TPS selama bertahun-tahun,"kata salah satu pedagang sayuran di Pasar Sumedang.

Walaupun ada informasi dari Bidang Pembangunan Cipta Karya bahwa pedagang dalam waktu dekat akan dipindah ke lokasi pasar yang dibangun, kenyataannya sampai berita ini ditulis seluruh pedagang masih berada di TPS.

"Dari dulu kita dijanjikan segera menempati bangunan pasar baru tetapi kenyataannya nihil,"keluh beberapa pedagang.

Kepala Pasar Sumedang, Agus Sugiono juga mengatakan tidak bisa berbuat banyak tentang kondisi dan protes pedagang.

"Bagaimana lagi masalah pembangunan bukan wewenang kami. Kita hanya bertugas untuk penempatan pedagang kalau pembangunan selesai dan diserahterimakan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag),"katanya yang sekali lagi menegaskan ketidaktahuannya atas proses pembangunan pasar. "Saya orang baru juga di sini, mas," imbuhnya.