Pemuda Tuli Ini Punya Cita-Cita Ajarkan Bahasa Isyarat ke Masyarakat Malang

Feb 10, 2017 14:11
Yoga Dirgantara, pemuda tuli mantan Mr Deaf Indonesia 2014 yang punya cita-cita ajarkan bahasa isyarat di Malang (foto: ist)
Yoga Dirgantara, pemuda tuli mantan Mr Deaf Indonesia 2014 yang punya cita-cita ajarkan bahasa isyarat di Malang (foto: ist)

MALANGTIMES - Keterbatasan pendengaran tidak membuat impian seseorang terbatas. Pun begitu pemuda tuli bernama Yoga Dirgantara yang MALANGTIMES temui ini.

Baca Juga : Tundukkan Rasa Takut untuk Kemanusiaan, Ini Kisah Bripka Jerry yang Banjir Apresiasi

Tubuhnya tidak terlalu tinggi, sekitar 160 cm. Wajahnya imut-imut dengan kulit berwarna cerah. Ia menyambut ramah kala media online ini menemuinya. Senyum ceria tak lepas dari bibir Yoga.

Lewat komunikasi pesan singkat di telepon genggam, Yoga pun memulai cerita kepada MALANGTIMES. Ia pernah didapuk sebagai Mr Deaf Indonesia pada 15 Maret 2014 silam. Ia mewakili Indonesia di ajang Miss dan Mr Deaf Internasional di London, Inggris.

Yoga menjalani masa pendidikan di SMA LB di Kota Malang. Setelah lulus, sang Ibu menawarinya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sayang, Yoga menolak. 

Ia lantas memilih untuk bekerja mencari uang. Yoga menamatkan pendidikannya di SMA pada 2008 lalu, pada Desember 2009 ia mulai bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik di Kota Malang.  

Pemuda kelahiran 3 Mei 1990 itu mengatakan, di tempatnya bekerja terdapat sekitar 30-an buruh tuli bekerja di sana. Keberhasilan Yoga dalam karirnya tidak lepas dari dukungan keluarga, lingkungan dan rasa percaya diri yang tinggi.

Baca Juga : Glenn Fredly Meninggal Dunia Tepat setelah 40 Hari Kelahiran Anak Pertamanya

Tak sedikit pun ada rasa minder dalam diri Yoga. Bahkan ia terus memotivasi pemuda pemudi tuli di kota Malang lewat Komunitas Akar Tuli. 

Komunitas Akar Tuli di Malang berdiri sejak tahun 2012, meski baru diresmikan pada 2013. Akar Tuli ditujukan membuka kesempatan penderita tuli menunjukkan potensinya, menyosialisasikan bahasa isyarat sebagai bahasa komunikasi utama, serta memperjuangkan kesetaraan tuli dan hearing.

Kepada MALANGTIMES, Yoga punya impian untuk membuat sosialisasi bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) di Kota Malang. "Iya supaya orang-orang di Malang tahu karena biasanya hanya di kampus," tulis pria yang menginjak usia 27 tahun itu.

Selama ini, menurut Yoga, walau Komunitas Akar Tuli bergerak menyosialisakan bahasa isyarat ke masyarakat Malang, namun belum banyak berhasil. Oleh sebab itu, Yoga terus belajar agar dapat mengajarkan bahasa isyarat dan membuat kesetaraan pemuda tuli di masyarakat Kota Malang. (*)

Topik
keterbatasan pendengaranyoga dirgantarasosialisasi bahasa isyarat

Berita Lainnya

Berita

Terbaru