Babinsa 0818/17 Ampelgading evakuasi korban tanpa identitas di lereng Widodaren Gunung Semeru, Kamis (09/02). (Foto Koramil for MALANGTIMES)
Babinsa 0818/17 Ampelgading evakuasi korban tanpa identitas di lereng Widodaren Gunung Semeru, Kamis (09/02). (Foto Koramil for MALANGTIMES)

MALANGTIMES - Laporan warga atas temuan mayat seorang laki-laki di lereng Widodaren, Desa Mulyosari, Kecamatan Ampelgading, Rabu (08/02) sore, secara langsung ditindaklanjuti oleh Polsek Ampelgading.

Tidak ketinggalan, babinsa Ampelgading juga turun tangan dalam evakuasi mayat tanpa identitas itu. Tetapi, karena kondisi lokasi lereng Widodaren yang cukup jauh dan faktor cuaca yang tidak memungkinkan, evakuasi baru bisa dilakukan Kamis (09/02).

Baca Juga : Panduan Berobat ke Melaka Malaysia, Destinasi Berobat Luar Negeri Favorit Orang Indonesia

"Lokasi cukup sulit untuk dilakukan evakuasi secara langsung. Akhirnya kami menunggu. Kamis kami baru bisa melakukannya," kata Peltu Irwan, babinsa Koramil 0818/17 Ampelgading, Jumat (10/02) kepada MALANGTIMES.

Menurut Irwan, penemuan mayat tanpa identitas atas laporan warga bernama Togen. Saat mencari rumput dan dedaunan untuk ternak kambingnya, Togen melihat sosok mayat di lereng Widodaren Gunung Semeru di ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) di Desa Mulyoasri .

Babinsa koramil 0818/17 Ampelgading bersama Polsek Ampelgading dan masyarakat evakuasi korban

"Saat dievakuasi, jenazah dalam kondisi membusuk. Tidak ditemukan adanya tanda kekerasan di tubuh jenazah. Diperkirakan korban sudah meninggal lima sampai semingguan,” kata Irwan.

Warga sekitar tidak ada yang mengenal korban. "Sampai saat ini warga di sini juga belum ada yang melaporkan telah kehilangan anggota keluarganya," imbuhnya. Saat ini jenazah tersebut sudah berada di RSSA Malang.

Ciri-ciri korban bertubuh kurus dengan tinggi badan 167 cm, berkulit sawo matang, dan usia sekitar 30 sampai 35 tahun. "Tanda khusus korban tanpa busana ini adalah tato di pundak sebelah kiri dan dada kiri," ungkap Irwan. (*)