Fenomena Rokok Obat, Perlawanan Lokal Atas Superioritas Global

Feb 05, 2017 13:05
Bungkus Produk Rokok Obat dengan peringatan "Rokok ini dapat menimbulkan Kesehatan" sebuah perlawanan atas hegemoni wacana rokok (Nana/MalangTIMES)
Bungkus Produk Rokok Obat dengan peringatan "Rokok ini dapat menimbulkan Kesehatan" sebuah perlawanan atas hegemoni wacana rokok (Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Fenomena pengobatan melalui medium rokok terus lahir dan diterima oleh masyarakat umum.

Keberadaannya bersandingan dengan maraknya hegemoni wacana kesehatan satu dimensi yang digelorakan berbagai lembaga dan komunitas dunia.

Keberadaan rokok obat, menyebut sebagian kecil contoh, berawal pada kisah Haji Djamhari pada tahun 1870-an.

Djamhari sang pencetus popularitas kretek, mencipta rokok dengan meramu beberapa jenis tembakau plus cengkeh sebagai obat sakit bengek.

Selain itu, pernah muncul produk Divine Kretek, temuan seorang pakar nuklir Doktor Greta Zahar dan pakar nano-biologi Prof Sutiman B Sumitro untuk pencegahan penyakit kanker. 

Kini, produk rokok obat diramaikan dengan keberadaan Rumah Sehat Tentram (ST) yang dikelola Tarekat shiddiqiyyah Jombang.

Keberadaan rokok obat tersebut di atas memiliki ciri yang sama, tanpa cukai dijual terbatas dikalangan tertentu dengan harga diatas harga rokok paling mahal di pasaran serta keuntungannya di peruntukkan untuk kegiatan sosial-religi.

“Ini fenomena perlawanan lokal atas superioritas global dalam hal rokok. Perlawanan yang terus di gulirkan tanpa harus berhadap-hadapan langsung di ceruk pasar yang sama,”kata Munawir Sudjali, warga Gondanglegi, Minggu (5/2/2017) saat ditemui di warung tanpa nama yang menjual produk rokok obat di Jalan Ketapang Bangsri Kepanjen.

Dia juga mengatakan perlawanan tersebut dikemas dengan keunikan lokal seperti yang di lakukan oleh ST dalam produk rokoknya.  

“Kalimat peringatan “Merokok Membunuhmu” diganti dengan kalimat provokatif  menjadi : “Rokok Ini Dapat Menyebabkan Kesehatan”,”ujarnya sambil terkekeh dan juga memperlihatkan fanpage Facebook ST lewat handphone pintarnya yang menuliskan peringatan merokok ST : “Merokok ST Dapat Menimbulkan Kesehatan, Mengandung Anti Oksidan, Melawan Radikal Bebas, Meningkatkan Imunitas, Stamina Dan Vitalitas Tubuh, Baik Bagi Ibu Hamil dan Janin, Serta Ramah Lingkungan,”.

Tak hanya itu, Munawir juga memperlihatkan youtube ST yang sengaja mencitrakan diri menantang produk rokok putih Marlboro sebagai simbol dominasi kapitalisme khususnya Amerika.

Selain di dunia maya, dalam masyarakat, perlawanan terhadap superioritas rokok yang dimiliki beberapa gelintir konglomerat ini dilakukan dari mulut ke mulut. 

“Saya mengetahui adanya rokok obat dari teman sekantor. Pertama penasaran, akhirnya sekarang menjadi bagian dari publikator atas khasiat dan rasa rokok obat ini,” kata Muklis (32) warga Kepanjen.

Harga mahal dari produk rokok obat pun tidak menjadi halangan bagi para penikmatnya. “Harganya memang mahal dibanding rokok lainnya, tetapi uang yang saya belikan Insyaallah bermanfaat. Baik untuk kesehatan saya maupun untuk kegiatan sosial pembangunan rumah layak huni dari hasil rokok ini,”terang Muklis.

Budiono, lain lagi. Pegawai salah satu pom bensin yang ada di Kepanjen ini menjadi pelanggan rokok obat karena awetnya.

"Saya suka karena satu batang saja habisnya lama. Bahkan kalau kita matikan, terus nanti dinyalakan lagi rasanya tidak berubah," ceritanya.

Dia juga membandingkan dengan produk lainnya dipasaran mengenai harga. "Mahal iya, tapi kalau dihitung beli sebungkus ini, sama dengan dua bungkus rokok lain,"ujarnya yang juga menyatakan tidak terlalu percaya rokok ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Terlepas dari motif membeli rokok obat, masyarakat secara sadar atau tidak sedang terus melakukan perlawanan terhadap berbagai hegemoni dan superioritas tunggal terhadap hajat hidup orang banyak yang dikuasai oleh beberapa gelintir manusia di Indonesia ini. 

"Kebetulan perlawanan ini melalui medium rokok obat. Besoknya mungkin ada medium lainnya sebagai bentuk perlawanan masyarakat," pungkas Munawir.

Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru