Serial Puisi "Kitab Ingatan"

Jan 28, 2017 16:53
Ilustrasi Kitab Ingatan oleh dd nana
Ilustrasi Kitab Ingatan oleh dd nana

Serial Puisi "Kitab Ingatan"

dd Nana*

KITAB INGATAN (I)

Ingatan; lembayung abu-abu

yang betebaran di helai rambutmu.

sekejap mata bersitumbuk panjangnya melukai ingatan. Luka yang tak sembuh-sembuh

luka yang dikhidmati sepanjang tubuh dan kembali luruh di matamu

diingatan itu

kembali.

“Peramlah jadikan ibu jadikan jalan nafasmu”.

Ingatan; rahim ibu yang melahirkan rindu melahirkan sembilu.

Dulu, kita sepasang yang kejal diurapi mawar dimandikan alir susu

sebelum titah mengenalkan lembayung dalam tubuh

berpencarlah! temukan arti rindu.

“Peramlah jadikan arah jadikan ingatan. Kelak, kau akan mengerti rasa itu”.

Ingatan: cabikan-cabikan peristiwa yang meminta penyatuan.

Karena jarak masih harus kita rengkuh

karena tubuh menagih lara keluh.

“Peramlah ingatan, cinta. karena itu yang kita mampu. kini”.

 

KITAB INGATAN (2)

(i)

Merajah ingatan sengatnya seperti ngilu rindu. Seperti sepasang matamu

lembayung tak lekang di kulit waktu

“barahnya, indah bukan?”

(ii)

Dulu sekali, kita saling menukar ingatan bergenggam tangan, terkadang diam-diam saling berkecupan.

Setelahnya waktu memberi kita tulisan

serupa sajak–sajak tak usai.

Kamu masih berbau angin, ucapmu di telingaku. 

seperti sajak-sajakmu”.

(iii)

Dalam buku, aksara mencatat semua tentangmu

juga dosa-dosa termanis kita.

Dalam ingatan, kita melepas semua ikatan.

“Kita sedang menanam biji khuldi yang lesap dalam ingatan”.

(iv)

Hingga tepi puisi

ingatan masih meminta aroma tubuhmu.

Harum biji kopi pagi hari.

Topik
serial puisikitab ingatan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru