Tren Baru, Mahasiswa Nyambi Ojek

Dari Ngojek, Dapat Kenalan Orang-Orang Baru

Jan 24, 2017 21:00
Mahasiswa UB, Efrem Limsan Siregar yang nyambi jadi tukang ojek online Kuyjek (Foto: istimewa)
Mahasiswa UB, Efrem Limsan Siregar yang nyambi jadi tukang ojek online Kuyjek (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Rupanya ojek online yang kini banyak bermunculan di Kota Malang membawa berkah bagi mahasiswa.

Baca Juga : Mahasiswa di Malang Kritik Aksi Perusak Lingkungan Lewat Lukisan

Sebab tak sedikit dari mahasiswa Malang yang memilih menjadi tukang ojek di sela-sela aktivitas kuliah mereka. Seperti apa kisahnya? Simak ulasan MALANGTIMES berikut ini. 

Satu diantara tukang ojek itu ialah Efrem Limsan Siregar. Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) itu awalnya diajak seorang teman untuk bergabung di ojek online bernama Kuyjek sejak bulan November silam. 

Kuyjek adalah aplikasi ojek online berbasis OA Line. "Nanti yang mau pesan ojek, kurir, atau delivery order chat ke OA Kuyjek. Setelah itu adminnya balas chatnya, lalu mencarikan ridernya," tuturnya pada MALANGTIMES, Selasa (24/1/2017).

Pemuda yang akrab disapa Efrem itu mengaku menjadi tukang ojek bukan hanya sekedar pengisi waktu luang. Akan tetapi, ia bisa lebih terbuka menghadapi orang. "Penumpang yang kita ambil punya watak yang beda-beda. Itu sih yang bikin asyik," ceritanya.

Baca Juga : FSP Moodier, Inovasi Parfum Karya Mahasiswa UM dengan Wadah Fidget Spinner

Lantas berapa setoran yang ia dapat dari nyambi menjadi tukang ojek itu? Efrem mengungkapkan honor yang ia dapat. "Saya biasanya hitung per-hari, rata rata bagi saya 30-40 ribu, bisa lebih tergantung saya ambil berapa order," pungkasnya. 

Bekerja sebagai ojek di tengah-tengah kuliah, tidak saja dilakoni Efrem, namun banyak anak muda Malang yang menjadikan pekerjaan ini sebagai sampingan yang menguntungkan. Simak ulasan selengkapnya hanya di MALANGTIMES. (*)

Topik
ojek onlineUniversitas Brawijaya

Berita Lainnya

Berita

Terbaru