Mahasiswa Sekaligus Pekerja

Kerja Paro Waktu Menambah Uang Saku

Jan 19, 2017 10:12
Jemila Mentari, mahasiswi yang nyambil kerja paro waktu di kafe. (foto: ist)
Jemila Mentari, mahasiswi yang nyambil kerja paro waktu di kafe. (foto: ist)

MALANGTIMES - Menjadi mahasiswa zaman sekarang dituntut kreatif. Maka tak salah bila banyak anak muda tidak menunggu waktu hingga lulus guna mencari pekerjaan. Begitu pun mahasiswa Malang ini. Di luar aktivitas belajar, mereka memilih bekerja paro waktu. Seperti apa kisahnya? 

Baca Juga : Mahasiswa di Malang Kritik Aksi Perusak Lingkungan Lewat Lukisan

Sejak menempuh semester enam, Jemila Mentari memilih bekerja paro waktu di kafe. "Awalnya kerja di Unicone, terus di Gendhang Ganteng," tutur wanita yang akrab disapa Je itu menyebut dua kafe di Kota Malang yang pernah jadi tempatnya bekerja.

Wanita bertubuh mungil itu memilih bekerja paro waktu karena ingin mencari kegiatan di luar kampus. "Cari tambahan uang saku juga hehe," ujar mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM) itu sembari mengulas senyum. 

Berapa uang saku yang ia dapatkan itu? Je malu-malu menyebut nominal gaji yang ia dapat. "Antara Rp 450 ribu sampai Rp 500 ribu," akunya. 

Bekerja paro waktu di kafe dilakoni selama empat jam per hari. "Kalau sistem kerja di Gedhang Ganteng, saya kerja empat jam per hari. Tapi dalam seminggu harus ada yang delapan jam sekali. Jadi, liburnya dua hari," ungkap alumnus MAN 1 Malang itu. 

Baca Juga : FSP Moodier, Inovasi Parfum Karya Mahasiswa UM dengan Wadah Fidget Spinner

Je mengaku enjoy melakoni dua hal, yakni kuliah dan bekerja walau harus pulang larut malam, malah dini hari. Bahkan, orang tua Je  sempat protes sang putri memilih bekerja paro waktu. 

Sayang, Je dihadapkan pada dua pilihan antara bekerja dan kuliah. Je berujar bahwa ia terpaksa menempuh semester tambahan lantaran tak mampu menyelesaikan skripsi di tengah kesibukan bekerja. "Ya akhirnya berhenti kerja dan baru lulus di semester sembilan," ungkapnya.

Selain Jemila Mentari, jurnalis MALANGTIMES juga berbincang dengan mahasiswa Malang lain yang memilih bekerja paro waktu. Simak terus ulasan "Ya Mahasiswa, Ya Pekerja" hanya di MALANGTIMES. (*)

Topik
mahasiswa malangUniversitas Negeri Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru