Produksi Tebu Petani Meningkat, PG Kembali Tidak Bisa Menyerapnya

Jan 18, 2017 15:40
Tebu petani yang tidak terserap di PG besar akhirnya dilempar ke PG. Tlogo Kelang Bululawang, (18/01) (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Tebu petani yang tidak terserap di PG besar akhirnya dilempar ke PG. Tlogo Kelang Bululawang, (18/01) (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Produksi tebu petani Kabupaten Malang yang cukup melimpah berbanding terbalik dengan penyerapan dua Pabrik Gula (PG) yang ada, yaitu PG. Kebonagung dan PG. Krebet Baru.

Hal tersebut mengakibatkan produksi tebu tidak bisa masuk pabrik dan akhirnya dijual kepada pabrik gula kecil lainnya dengan harga relatif murah.

Baca Juga : Quraish Shihab Tegaskan Wabah Covid-19 Bukan Azab Allah

Hal ini disampaikan oleh Munir (40) petani tebu Gondanglegi kepada MALANGTIME, Rabu (18/01). 

"Sebenarnya bukan hanya tahun ini hasil tebu susah terserap pabrik, setiap tahun juga terjadi," katanya.

Karena hal tersebut akhirnya dia menjualnya ke PG. kecil yang ada yaitu PG. Tlogo Kelang Bululawang. "Tetapi tentunya dengan harga yang berbeda kalau bisa diserap di dua PG. besar. Istilahnya balik modal saja sudah alhamdulillah," lanjut Munir.

Produksi tebu yang meningkat dan tidak terserap PG juga dibenarkan oleh Nasri Abdul Wahid  Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Malang.

"Karena kondisi tersebut, kita terus menggodok berbagai rencana lama dalam menambah PG di Kabupaten Malang," ujarnya saat ditemui di acara Makodim 0818 Malang-Batu-Kepanjen.

Dia juga mengimbau pada investor untuk ikut serta dalam dunia pertanian di Kabupaten Malang. "Insyaallah menguntungkan," singkat Nasri.

Sebagai informasi, lahan potensial tanaman tebu seluas 76 ribu hektare dan sekitar 55 persen atau 42 ribu hektare yang ditanami tebu. Sedangkan hasil panen tebu yang diserap PG berjumlah 37 ribu hektare atau 88 persen dari seluruh luas lahan yang ditanami tebu. 

Baca Juga : Kilas Balik Jejak Covid-19 di Kota Malang Hingga Pengajuan Status PSBB

"Sisa panen 12 persen atau 5 ribu hektare ada yang dijual ke luar dan di dalam Malang ," ujar Nasri yang juga memang menyatakan harganya tidak sebagus kalau diserap ke PG besar.

Tetapi dia juga mengatakan akan terus berkoordinasi dengan PG. Yang ada terutama PG. Tlogo Kelang dalam upaya harga tebu petani.

"Kita terus berkoordinasi dengan pabrik gula yang ada dalam upaya sama-sama mendapat keuntungan," lanjut Nasri.

Dia juga menyatakan akan mengawal dan menjamin investor yang akan masuk ke Kabupaten Malang.

"Saya siap untuk kebaikan petani dan majunya pertanian di Kabupaten Malang," tegasnya.

Topik
Produksi tebuPabrik Gula
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru