Si Rambut Nenek Masih Bertahan

Jan 08, 2017 17:46
Penyuka gulali rambut nenek yang masih bertahan di tengah kepungan jajan modern. (@imgrum for MALANGTIMES)
Penyuka gulali rambut nenek yang masih bertahan di tengah kepungan jajan modern. (@imgrum for MALANGTIMES)

MALANGTIMES - Derap waktu bersekutu dengan teknologi. Kepentingan pasar dan modernitas pun telah meninggalkan, mengubah, dan mencipta berbagai hal baru dalam kehidupan manusia. Tidak terkecuali makanan tradisional gulali yang sudah ada sejak tahun 1940 di Kabupaten Malang. 

Kini keberadaan gulali hanya ditemukan saat ada agenda atau kegiatan seperti Malang Tempo Dulu atau pasar malam yang masih kerap diadakan di desa-desa.

Baca Juga : Angkat Derajat Keluarga dengan Kuliner Belut Khas Malang di Terminal Kopi Malang

"Sudah susah cari gulali. Kalau pun ada, sekarang yang bentuknya rambut nenek atau arum manis,"kata Ningrum, warga Malang, Minggu (08/01).

Dari literatur wikipedia, gulali tempo dulu memiliki empat jenis bentuk yang sangat terkenal dan kini bertahan dalam bentuk dan kemasan baru.

1. Gulali Cetak
Pembuatan gulali ini murni dari gula putih dan diberi pewarna merah dan hijau. Pembuatannya menggunakan cetakan, bisa berbentuk hati, bunga, bahkan angsa. Untuk cetakan-cetakan khusus, misalnya angsa, Anda bisa meniupnya hingga gulali tersebut mengeluarkan bunyi seperti bersiul. Jenis gulali ini sudah dibilang tidak ada lagi yang menjualnya.

2. Gulali Gula Jawa
Berbeda dengan gulali cetak yang menggunakan gula putih, gulali gula Jawa ini menggunakan gula Jawa sebagai bahan utamanya kemudian ditambah potongan kacang tanah. Rasanya manis, gurih, renyah, dengan sensasi kriuknya kacang.

3. Gulali Colek
Berbahan hampir sama dengan gulali gula Jawa. Perbedaannya ada di penyajiannya. Gulali colek sangat lentur dan kenyal serta  disajikan basah. Jadi, penjual harus menariknya ke sebuah tempat atau piring kecil, kemudian ditaburi kacang. 

Baca Juga : Berusia 15 Tahun dan Tembus Pasar Jakarta-Jogja, Cwie Mie Andalan Ini Hadir di Terminal Kopi Malang

4.Gulali Rambut Nenek
Gulali inilah yang masih bertahan sampai kini dengan berbagai kemasan kekinian, baik di tempat umum maupun di mall.

Bahan utama dari gulali rambut nenek atau disebut arbanat atau arum manis ini adalah gula pasir dan tepung terigu. Umumnya gulali ini berwarna merah jambu, walau dulunya berwarna putih karena tanpa pewarna makanan seperti sekarang.

Itulah tadi keempat gulali legendaris yang saat ini susah kita dapatkan kecuali gulali rambut nenek yang masih terus dilestarikan dengan tetap dijual di berbagai tempat karena pembuatannya dan penyajiannya cenderung lebih mudah. (*)

Topik
Gulali rambut nenek
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru