Kontroversi Loker Karaoke De Master

Loker Karaoke De Master Syaratkan Calon Purel Bisa Minum Alkohol

Dec 31, 2016 13:12
Iklan Karaoke De Master yang dipublish di akun instagram CP nya (Foto : Istimewa)
Iklan Karaoke De Master yang dipublish di akun instagram CP nya (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Dalam seminggu terakhir ini masyarakat Malang Raya dibuat geger dengan sebuah lowongan pekerjaan (Loker) yang tersebar lewat akun instagram. 

Baca Juga : Draft Sudah Final, Besok Pemkot Malang Ajukan PSBB

Sontak, loker ini membuat kontroversi dan tentu menyentak nurani sebagian besar masyarakat Malang Raya khususnya yang masih memegang teguh norma sosial maupun agama. 

Loker yang diunggah oleh akun Instagram Putera Selalue Setia Hati ini berisi pengumuman rekrutmen karyawan baru sebagai Pemandu Lagu atau Purel Karaoke De Master Kepanjen, Kabupaten Malang. 

Dalam akun tersebut, laiknya loker lain ada syarat-syarat bagi pelamar. Tetapi yang berbeda, iklan De Master ini adalah mencantumkan syarat atau kriteria calon karyawan baru mereka harus bisa minum alkohol.

Dari penelusuran MALANGTIMES, Karaoke De Master  berlokasi di Ruko Manyar Garden Regency Kav. 43 Jln. Nginden Semolo Menur Pumpungan Sukolilo Surabaya.

Sementara, loker purel yang tersebar di medsos untuk dipekerjakan di De Master Kepanjen, tepatnya di Jl. Panglima Sudirman No. 1 Malang.

Putra, Contact Person De Master, via telepon, tidak bersedia menyatakan hubungan antara De Master di Surabaya dan di Kepanjen yang sedang dalam tahap penyelesaian pembangunan. 

"Ke sini saja mbak, kita bicara tentang loker pemandu lagu langsung," kata Putra kepada MALANGTIMES yang berperan sebagai pelamar kerja, Kamis (29/12/2016).

Isi Iklan De Master menjadi kontroversial, dikarenakan syarat bisa minum alkohol bagi pelamar menjurus pada asumsi negatif dalam prilaku sosial masyarakat.

Baca Juga : Hari ke 2 Proses Pencarian Pendaki Hilang karena Kesurupan, Puluhan Personel Dikerahkan

"Minuman beralkohol baru bir saja," kata Putra. Dia juga mengatakan bahwa nantinya pemandu lagu tugasnya hanya menemani tamu.

"Untuk kerjanya di  malam hari," tambah Putra tanpa menyebut pukul berapa tugas malam pemandu lagu atau lebih dikenal purel ini.

Dia juga menyampaikan pelamar bisa langsung datang ke lokasi De Master di Kepanjen secara langsung.

"Bawa KTP sebagai syarat dan kita bicara panjang tentang loker tersebut. Gajinya lima juta,"ujarnya.

Keberadaan iklan dengan mensyaratkan perempuan bisa minum alkohol, menjadi kontradiktif dengan giatnya Kabupaten Malang mewujudkan Pariwisata Halal seperti yang sering didengungkan Bupati Malang, DR. Rendra Kresna.

"Dalam upaya mewujudkan wisata halal, kita perketat miras terutama di tempat hiburan. Perlahan-lahan peredaran miras kita tiadakan," kata Rendra Kresna.

Topik
Kontroversi LokerKaraoke De MasterPemandu Lagu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru