Kecamatan Wajak Juara Lomba Produk Berbahan Ubi dan Daun Herbal

Dec 07, 2016 15:55
Hj. Jajuk Rendra Kresna (kanan) Tomie Herawanto Kadistanbun (kiri) dan pemenang lomba olah produk (07/12)
Hj. Jajuk Rendra Kresna (kanan) Tomie Herawanto Kadistanbun (kiri) dan pemenang lomba olah produk (07/12)

MALANGTIMES - Persaingan yang cukup ketat mewarnai lomba olah produk berbahan dasar ubi dan daun herbal yang diikuti oleh 33 kecamatan di Kabupaten Malang, Selasa (07/12). Setiap peserta tak mau kalah dan menunjukkan inovasinya dalam mengolah ubi dan daun herbal.

Baca Juga : WORO & The Night Owls Gebrak Maret dengan Album Perdananya

Mereka membuat kreasi ubi dan daun herbal menjadi beraneka makanan. Seperti brownis, kue lupis, bolu, pie dan aneka makanan lainnya. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Hj. Jajuk Rendra Kresna sebagai Ketua Juri bersama juri lainnya berkeliling dan mencicipi berbagai makanan dan minuman berbahan dasar ubi dan daun tersebut.
"Semua peserta telah menyajikan makanan dan minuman yang tidak kalah dengan produk pabrikan. Apalagi semua bahan dasarnya dari ubi dan daun. Ini potensi kuliner kita," ucap Jajuk Rendra Kresna sebelum mengumumkan pemenang lomba.
Jajuk juga mengatakan bahwa lomba olah produk ini jangan sampai berhenti di saat ini saja.
"Saya harap siapapun yang menang atau kalah terus berinovasi untuk menciptakan produk kuliner khas Malang. Dari ibu-ibu semua nantinya akan lahir brand kuliner khas Kabupaten Malang," lanjutnya.
Dari hasil seleksi dengan kriteria penilaian seputar kreatifitas (ide/inovasi) dengan prosentase 20%,  organoleptik (tekstur, rasa, aroma) dengan nilai 30%, processing 30%, merketable 20%, didapatkan pemenang juara I adalah Kecamatan Wajak.
"Nilai untuk pelaku usaha olahan Wajak adalah 1395, juara II oleh Kecamatan Jabung dengan nilai 1332 dan Kecamatan Turen posisi ke III dengan nilai 1312," kata Jajuk.
Para pemenang selain mendapat piala dan hadiah alat memasak, hasil olahannya akan dijadikan brand kuliner Kabupaten Malang.
"Jadi lomba ini bukan sekedar untuk menang-menangan, tetapi dalam proses menjaring produk-produk olahan yang akan kita angkat jadi Brandingnya Kabupaten," kata Tomie Herawanto, Kadis Pertanian dan Perkebunan sebagai tuan rumah acara.
Tomie juga menegaskan bahwa kegiatan yang didanai dari PAK Distanbun ini adalah memberikan edukasi dan mendorong kreatifitas pelaku usaha untuk menghasilkan produk olahan berbasis sumberdaya lokal berskala rumah tangga.

Topik
kecamatan wajakUbidaun herbalPKK

Berita Lainnya

Berita

Terbaru