Wakil Ketua DPRD Kota Malang Drs.H.M.Zainuddin.As(Anggara/MalangTIMES)
Wakil Ketua DPRD Kota Malang Drs.H.M.Zainuddin.As(Anggara/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pasca demo 4 November, terkait kasus penistaaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama, turut memantik komentar berbagai kalangan.

Salah satunya anggota DPRD Kota Malang. Drs.H.M.Zainuddin.As Wakil Ketua DPRD Kota Malang mengatakan, kalau memang bukan ahlinya janganlah berbicara keluar konteks apalagi menafsirkan suatu ayat yang memang ia belum paham.

Baca Juga : Ini Jawaban Ustaz Yusuf Mansur saat Ditanya Apakah Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

"Secara pribadi saya menyayangkan kepada Ahok (sapaan Basuki Tjahja Purnama, red.), jangan ngomong kalau bukan ahli," ucapnya.

Menurutnya umat muslim saja tidak semua berani menafsirkan sesuatu ayat. Apalagi ini bukan orang muslim, menafsirkan salah satu ayat apalagi menjelang pilkada dan menyinggung orang lain.

"Makanya kalau bukan ahli ndak usah ngomong, nanti bisa keliru," tambahnya.

Zainnudin melanjutkan, akibat dari ucapan tersebut, maka ketentraman antar umat, khususnya umat muslim seluruh Indonesia ini jadi terusik.

Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19

"Itu bukan hanya menyinggung umat di Indonesia saja, bahkan jika di dunia tahu mungkin ya akan mengecam. Seandainya dia tidak komentar, mungkin tak ada gejolak, mbuh dadi gubernur, mbuh dadi opo kita di sini tak mempermasalahkan," pungkasnya.

Sementara itu, hari ini hasil dari penyidikan pihak kepolisan telah diumumkan dan telah menetapkan Ahok begitu Gubernur Jakarta itu akrab disapa, sebagai tersangka.