Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Dr. Marzuki (tengah) didampingi Sekda Kota Malang, Idrus Achmad (memakai batik coklat) meresmikan Program Desaku Menanti di Tlogowaru, Kedungkandang, Malang (Foto: Imam Syafii/ MalangTIMES)
Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Dr. Marzuki (tengah) didampingi Sekda Kota Malang, Idrus Achmad (memakai batik coklat) meresmikan Program Desaku Menanti di Tlogowaru, Kedungkandang, Malang (Foto: Imam Syafii/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Dr. Marzuki meresmikan program Rehabilitas Sosial Gelandangan dan Pengemis (Gepeng), melalui pembangunan model Desaku Menanti.

Baca Juga : Dosen UM yang Sempat Positif Covid-19, Sudah Diperbolehkan Meninggalkan Rumah Sakit

Yakni sebuah kampung kesetiakawanan sosial marga mulyo melayani tanpa diskriminasi di Jalan Jabal Nur, Dusun Baran, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang Malang, Sabtu (12/11/2016).

Program Desaku Menanti di Kota Malang ini, merupakan program yang dibangun Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Khofifah Indar Parawansa pada bulan April 2016 lalu. 

Program ini bertujuan untuk mengentaskan gelandangan dan pengemis yang menjadi fokus utama Kemensos Desaku Menanti ini, dihuni oleh 40 Kartu Keluarga (KK) yang terdiri dari 144 jiwa.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Dr. Marzuki dalam sambutannya menyampaikan program Desa Menanti ini, berdampak positif bagi gepeng agar memiliki kesejahteraan yang layak.

"Mereka diberi pembinaan melalui beragam kreativitas seperti membuat kerajinan, hasil produk olahan makanan dan minuman. Tujuannya untuk memberikan kebutuhan kesejahteraan hidupnya," terangnya.  

Dia mengimbau, bagaimana dalam menjaga pendekatan dengan sumber daya masyarakat (SDM). Program pemberdayaan masyarakat kreatifitas ini, terus dikembangkan dan berkelanjutan sesuai dengan harapan.

Dia menerangkan, program rehabilitasi gelandangan dan pengemis yang dijalankan dengan program Desaku Menanti ini, melibatkan empat komponen yakni Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Lembaga Kesejateraan Sosial, dan warga binaan.

Baca Juga : Gegara Ahok Diskon BBM untuk Ojol, Said Didu dan Arsul Soni Malah 'Perang' di Twitter

"Kemensos menyediakan sosialisasi, verifikasi data, bimbingan sosial keterampilan, bantuan bahan bangunan rumah, jaminan hidup, jaminan produktif dan sarana kebutuhan pokok rumah tangga," paparnya.

Kemudian, saat Marzuki berkeliling dan berinteraksi langsung dengan warga binaan, ia sangat mengapresiasi dengan baik.

"Saya sangat apresiasi kepada warga binaan dengan melihat kreativitas mengolah produk membuat makanan, seperti telur asin, miniatur dari kayu, susu kedelai, sari jagung, dan pakaian," akunya.

Dia berharap, Program Desaku Menanti ini, dapat memberikan peningkatan ekonomi yang bagus. Selain itu warga binaan juga harus menjaga dan merawat rumahnya dengan baik.

"Kalau Program Desaku Menanti ini bagus, maka akan menjadi percontohan bagi daerah lainnya," ujar Marzuki.(*)