Mantapkan Wisata Halal, Kuliner Kota Malang Segera Diuji secara Agama dan Ilmiah

Nov 11, 2016 19:56
Walikota Malang, HM Anton saat audiensi bersama MUI dan akademisi UB membahas wisata halal (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Walikota Malang, HM Anton saat audiensi bersama MUI dan akademisi UB membahas wisata halal (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menjadi kota destinasi wisata halal bukan isapan jempol bagi Kota Malang. Keseriusan ditunjukkan dengan beragam upaya.
Salah satunya adalah dengan menggandeng pihak akademisi dan Majelis Ulama Indonesi (MUI). Wali Kota Malang, H. Moch Anton bersama dengan MUI dan juga kalangan akademisi dari Universitas Brawijaya (UB) menggelar audiensi bersama membahas kuliner halal, di ruang rapat  wali kota, Jumat (11/11/16). 

Pertemuan tersebut mengerucut pada terbentuknya kerjasama antara pemerintah, ulama dan akademisi untuk bersama mewujudkan kota wisata halal. Nantinya, akademisi dari UB akan melakukan penelitian dan pengujian, selanjutnya MUI akan memfasilitasi pemberian halal dengan cara menguji dan memberi logo kepada hasil produk kuliner itu. 

Baca Juga : Semarak 70 Tahun Koperasi, Abah Anton Lepas 600 Peserta Gerak Jalan

Abah Anton, sapaan akrab wali kota, menekankan jika pencanangan kota wisata halal sesuai dengan visi besar pemerintah yakni 'Malang Kota Bermartabat'. 
Terlebih Kota Malang terpilih sebagai salah satu daerah yang dianggap konsekuen membangun wisata halal dari Kementerian Pariwisata.
Sehingga adanya sinergitas antara pemerintah  dengan stake holder lainnya ini sangat penting dalam rangka mewujudkannya.

"Selain itu dalam waktu dekat melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, akan direalisasikan Pasar Senggol di Jalan Sutan Sjahrir yang merupakan sentra wisata kuliner halal" imbuhnya.

Selain itu, Pemkot Malang juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait perihal produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM) bisa juga mendapat sertifikasi halal sehingga mampu meyakinkan masyarakat jika produk yang dikonsumsi tidak meragukan. 
"Ini juga sejalan dengan model program pembangunan di Pemkot Malang yang sifatnya bottom up, yakni kami memfasilitasi apa saja keinginan masyarakat," ujarnya.

Ketua MUI Kota Malang, KH. Baidlowi Muslich, menyambut baik inisiasi kota wisata halal ini karena sesuai dengan ajaran Islam.
"Ada juga makanan yang tidak jelas apakah halal atau tidak itu namanya subhat, dan ini masih banyak sehingga adanya sertifikasi halal makanan ini sangat penting," kata KH Baidlowi

MUI juga mendorong terwujudnya Badan Pelaksana Jaminan Produk Halal (BPJPH) di Kota Malang sehingga permasalahan sertifikasi makanan halal bisa segera diselesaikan bersama. "Kami berharap Kota Malang menjadi contoh kota wisata halal dan orang yang datang ke Kota Malang dan beli makanan tidak ragu lagi," ungkapnya.

Baca Juga : Wali Kota Nonsan Korea Selatan Gandeng Kota Malang

Sementara itu, Ketua Pusat Studi Halal UB, Prof. Sukoso, mengatakan siap bekerjasama untuk mewujudkan kota wisata halal ini.
Lembaga yang dinaungi sudah berstandard nasional dan internasional, bahkan pernah diminta negara Brunei Darussalam terkait produk halal. "Kami sadar bahwa tenaga MUI untuk menguji makanan terbatas, karena itu kami bersedia menyiapkan tenaga untuk uji makanan halal itu," kata Sukoso. 

Pusat Studi Halal itu juga akan menyimpan hasil uji lab produk halal yang ada di Kota Malang sehingga ada bukti dan data terkait produsen yang telah layak uji produk makanan halalnya. "Dengan adanya kerjasama uji lab ini nantinya tidak hanya sekadar sertifikat halal, tapi ada uji yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah," pesan Sukoso.

Topik
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru