Wali Kota Malang: Sekarang Eranya Pembangunan Bottom Up

Nov 11, 2016 13:04
Walikota Malang, H. M. Anton saat menghadiri gala dinner International Camp Universitas Negeri Malang (UM) di Halaman Balai Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Walikota Malang, H. M. Anton saat menghadiri gala dinner International Camp Universitas Negeri Malang (UM) di Halaman Balai Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Perkembangan dan kemajuan Kota Malang semakin gemilang. Terbukti beberapa prestasi ditorehkan kota yang memiliki tagline wisata 'Beautiful Malang dan Smart City' ini.

Walikota Malang, H. Moch. Anton bersama Wakil Wali Kota Malang Sutiaji saat menghadiri gala dinner International Camp Universitas Negeri Malang (UM) di Halaman Balai Kota Malang, menyampaikan Kota Malang giat bekerjasama dengan stake holder luar negeri untuk kemajuan daerah, Kamis (10/11/2016).

Pria yang kerab disapa Abah Anton ini, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini sangat positif karena bisa membuka pintu kerjasama dengan berbagai stake holder termasuk pula dari luar negeri.

"Semua perguruan tinggi, kita usahakan bekerjasama dengan Pemkot Malang," kata Anton.

Lanjut dia, banyak keuntungan dari kunjungan mahasiswa dari luar negeri adalah jika kembali ke negaranya bisa mempromosikan Kota Malang.

"Kota Malang sebagai kota pendidikan, meskipun tidak luas tapi kaya akan ilmu karena memiliki 50 perguruan tinggi," bebernya.

Sekarang ini, Pemerintah Kota Malang sedang berupaya membangun 'Smart City', kota wisata hingga kota industri. Upaya membuat kampung tematik terus digelorakan sebagai cara merealisasi pembangunan dengan model bottom up yakni mengapresiasi masukan masyarakat untuk dijadikan program pemerintah. Bukan lagi model top down yakni program dari pemerintah yang dipaksakan kepada masyarakat.

"Pemerintah Kota Malang dalam hal bottom up ini hanya sebagai fasilitator saja, ini demi pembangunan berkelanjutan di kota ini," tukasnya.

Wakil  Rektor I UM, Prof. Haryono menyampaikan, jika program 'UM Internasional Camp' bisa mengenalkan Indonesia dan Kota Malang pada khususnya dengan tujuan menunjukkan jika pembangunan yang ada sudah baik.

Model pembangunan bottom up yang digagas Abah Anton merupakan hal yang patut diapresiasi, karena fakta menunjukkan di beberapa daerah masih memperagakan model pembangunan top down.

"Kami berterima kasih kepada Pemkot Malang atas dukungan program kami," kata Haryono.

Perwakilan mahasiswa peserta International Camp UM, Desi dari Vietnam, mengaku cukup senang karena bisa belajar banyak hal dengan adanya program tersebut.

''Alasan saya ikut  ini karena saya ingin bertemu dengan teman dari berbagai negara dan ingin tahu bagaimana budaya dan tempat wisata di Indonesia khususnya Kota Malang," kata Desi.

Ia juga mengapresiasi kepada Pemkot Malang yang sudah menyediakan Bus Malang City Tour (Macyto) sebagai kendaraan pendukung bagi wisatawan untuk menikmati keindahan kota. "Semoga Kota Malang semakin bagus lagi," ujarnya.

Topik
Beautiful MalangSmart CityPembangunan Bottom UpAbah Anton

Berita Lainnya

Berita

Terbaru