Menguak Rahasia Wajah Suci Ilahi

MALANGTIMES - Kaum Muslimin mempercayai bahwa seluruh alam adalah ibarat sebuah buku besar penuh dengan tanda-tanda Tuhan khususnya bagi mereka yang mau merenungkannya.

Hal ini termaktub dalam QS 43:51, "Dan akan Kami perlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segenap penjuru alam dan pada diri mereka sendiri...".

Nash Al-Quran tersebut, telah mendorong kaum muslimin maupun para ahli yang mengabdikan diri dalam teologi Islam berupaya menangkap dan mengurai tanda-tanda itu.

Annemarie Schimmel, seorang ahli fenomenologi agama asal Jerman dan pengarang Dan Muhammad adalah Utusan Allah (1992) serta Akulah Angin, Engkaulah Api : Hidup dan Karya Jalaluddin Rumi (1993); melalui perenungan penuh cinta kepada Islam, kembali menyumbangkan buku penting bagi kita untuk lebih memahami Islam, Rahasia Wajah Suci Ilahi.

Dengan pendekatan fenomenologis, Schimmel berusaha masuk ke jantung agama dengan jalan menelaah lebih dulu fenomena lahiriahnya.

Mitos dan simbolisme sakral, kepercayaan mengenai benda-benda dan tanda-tanda alam, makna peristiwa menjadi objek penelitian intens di berbagai belahan dunia yang di lakukan Schimmel dalam mengurai tanda atau ayat yang menunjuk pada Wajah Ilahi.

Berisi tujuh Bab yang sangat mendalam, Schimmel dalam Rahasia Wajah Suci Ilahi (1996) mengungkap apa sebenarnya yang terdapat di balik kepercayaan yang menyebar di kalangan kaum Muslim terhadap benda, tempat, waktu atau tindakan yang menghasilkan barakah tertentu.

"...bukan hanya orang yang suci saja yang mendapatkan barakah, batu hitam Ka'bah juga memancarkannya, demikian juga salinan Al-Quran yang dipenuhi dengan kekuatan pemberi rahmat, pun Malam Al-Qadr yang suci," (h.24).

Berangkat dari fenomena lahiriah, Schimmel mendedah aspek-aspek suci alam dan kebudayaan (alam tak bernyawa, tumbuhan dan hewan serta objek buatan manusia) di Bab I ; tentang ruang, waktu dan angka suci di Bab II; tindakan suci dalam Bab IV serta Firman dan Kitab Suci dalam Bab V.

Bab VI Schimmel mendedah Tuhan dan ciptaan-Nya : Eskatologi dan diakhir Bab VII mengenai Bagaimana cara mendekati Islam.

"Segala sesuatu dari batu hingga rumusan dogmatis menyeru, "Carilah di luar kami!". Kemajemukan tanda-tanda itu diperlukan untuk melihat yang Maha Kekal, yang transenden namun sekaligus lebih dekat dari urat di leher (QS 50:16).

Tanda-tanda itu menunjukkan jalan menuju kehadiran-Nya dan meninggalkan citra-citra di belakang. Sebab segala sesuatu di atas bumi ini akan musnah kecuali Wajah-Nya (QS 28:88).

Top