Aksi unjukrasa di depan Balaikota Malang (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Aksi unjukrasa di depan Balaikota Malang (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - 10 ribu lebih massa mengenakan pakaian serba putih dan bergerak bersama dari Masjid Agung Jami' menuju Balai Kota Malang. Mereka tergabung dalam Gerakan Aswaja Malang Raya (Gamal), Jumat (04/11/16)

Aksi yang dilakukan itu bertujuan menuntut pemerintah agar segera menindak Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dianggap menistakan agama.

Baca Juga : Peduli Covid-19, Hawai Grup Sumbang Ratusan APD ke Pemkot Malang

Menanggapi hal itu Kapolresta Malang, AKBP Decky Hendarsono yang hadir dalam unjuk rasa bersama dengan Komandan Kodim 0833 Letkol ( Arm) Aprianko Suseno mengatakan, kami akan jaga unjuk rasa ini sampai selesai, dan kami imbau agar para pengunjuk rasa tetap tertib  menjaga keamanan.

“Saya harap semua berjalan damai dan tertib sehingga tidak ada kerusuhan,” kata Kapolres Malang Kota, AKBP Decky Hendarsono, Jumat (4/11). 

Dengan diiringi teriakan takbir dan shalawat, ribuan massa Gamal merangsek memenuhi depan Balai Kota Malang, dan melingkar memenuhi seputar Bundaran Tugu.

Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf

Suasana depan Balaikota Malang pun sontak riuh ramai dengan bacaan ayat-ayat suci oleh para pengunjuk rasa. Dan sampai saat berita ini diturunkan, para pengunjuk rasa tetap melakukan orasi dan meminta seluruh jajaran pemerintahan, serta pimpinan kepolisian dan TNI serta pimpinan DPRD Kota Malang untuk turun ikut bersama aksi mereka.