Kasus Pungli Mutasi Kabupaten Malang

Jabatan Suwandi Digantikan Nurman Ramdansyah

Nov 01, 2016 13:50
Bupati Malang, Drs Rendra Kresna BcKU, SH, MM menetapkan pergantian jabatan sementara Kepala BKD Kabupaten Malang dipegang Nurman Ramdansyah. (Foto : imam syafii/MalangTIMES)
Bupati Malang, Drs Rendra Kresna BcKU, SH, MM menetapkan pergantian jabatan sementara Kepala BKD Kabupaten Malang dipegang Nurman Ramdansyah. (Foto : imam syafii/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bupati Malang, Drs Rendra Kresna BcKU, SH, MM menyampaikan jabatan sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malang, Suwandi akan digantikan Assisten II Bidang Ekonomi dan Pembangungunan Setda Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, SH. M.Hum.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Pergantian dilakukan lantaran, Suwandi terjerat kasus Pungutan Liar (Pungli) terhadap Pasangan Suami Istri (Pasutri), Hendrianus Janoari. H dan Dwi Ratna S, guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Kabupaten Malawi, Kalimantan Barat yang tertangkap Tim Pidsus dan Reskrim Polres Malang Kota, Selasa, (25/10/2016) lalu.

Bupati Malang, Drs Rendra Kresna BcKU, SH, MM menjelaskan pihaknya telah menetapkan untuk  jabatan Suwandi sudah digantikan Nurman Ramdansyah.

''Sebelum pergantian jabatan ini, kami sudah melakukan koordinasi rapat dengan Setda dan Inspektorat Pemerintah Kabupaten Malang yang menetapkan Nurman Ramdansyah sebagai gantinya,'' ungkap Rendra saat menggelar press conference di Pendapa Agung Kabupaten Makmang. Selasa, (1/11/2016).

Kemudian terkait kasus ini, Bupati Malang mendapat surat panggilan dari Polres Malang Kota pada Jumat lalu.

''Usai surat panggilandari Polses Malang Kota masuk ke Pemkab Malang kami langsung menandatangani dengan Setda, Kabag Hukum dan Inspektorat. Kami nanti akan menjalani pemeriksaan pada Senin mendatang,'' kata Rendra panjang lebar.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Menurut informasi yang didapat Rendra bahwa korban, Hendrianus belum memililiki kompetensi mengajar di sekolah favorit di Kabupaten Malang (SMAN 1 Kepanjen).

''Kami mendapat informasi dari Kasek SMAN 1 Kepanjen bahwa Hendrianus kompetensinya belum mumpuni menjadi guru. Karena itu ia ditugaskan sebagai Tata Usaha di sekolah tersebut,'' paparnya.

Terkait pelaksanaan tugas Suwandi di bidang BKD berjalan lancar dan tidak ada masalah sesuai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi). 

''Tapi kalau caranya Suwandi dalam pengurusan menggunakan cara lain yang berbau pungutan dana, kami tidak tahu sama sekali hal seperti itu,'' ujar Rendra.

Topik
Suwandipergantian jabatan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru